Sabtu, 29 April 2023

Kaizen: Mengatasi Malas ala Jepang

Kaizen: Mengatasi Malas ala Jepang

By : Konita Hayyun Amalia


Masyarakat Jepang terkenal akan profesionalitas mereka, hal ini tentu tidak luput dari filosofi yang mereka percayai serta kemampuan untuk mengaplikasikannya. Salah satu filosofi tersebut adalah Kaizen. Kata kaizen berasal dari kata ‘kai’ (berubah) dan ‘zen’ (kebijaksanaan) atau dapat disimpulkan: Perubahan dalam hidup bisa dicapai secara perlahan dengan penuh kebijaksanaan. Prinsip kaizen ini juga disebut sebagai prinsip Satu Menit, yaitu: Melatih seseorang melakukan sesuatu dalam satu menit setiap hari dan di waktu yang sama. Digunakan sebagai sarana untuk melakukan perbaikan-perbaikan kecil secara konsisten sehingga menjadi kebiasaan dan membawa dampak pada kesuksesan. Kaizen sangat menjunjung value, yang mana kita perlu menyeimbangkan quality, service, cost, dan time. Apabila terdapat aspek yang lebih rendah dari yang lain, maka hal tersebut menandakan bahwa kita tidak memiliki value.

 

Prinsip Kaizen ini dapat diterapkan dalam keseharian kita, karena mampu memberi dampak pada personal growth dan sekitar kita. Hal ini dapat diterapkan dalam bentuk 5R, di antaranya: Pertama, Ringkas (memilah barang yang kita butuhkan, selebihnya bisa disingkirkan atau hancurkan); Kedua, Rapi (menyusun barang-barang sesuai tempatnya); Ketiga, Resik (menjaga kebersihan lingkungan); Keempat, Rawat (dalam hal ini kita semestinya memaintain tiga prinsip sebelumya: Ringkas, Rapi, Resik); Kelima, Rajin (membudayakan prinsip 5R setiap waktu setiap saat). Hal penting lainnya yang diperlukan agar mampu memiliki value dan menjadi produktif adalah kecepatan belajar dan ketepatan. Dengan mempertahankan praktik 5R ini, tentu akan menghemat waktu dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

 

Selain prinsip 5R, Kaizen juga dapat digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan atau goals kita. Dewasa ini banyak dari kita merasa malas dalam melakukan hal-hal yang dirasa cukup penting. Seringkali kita berprokrastinasi, sehingga hal tersebut menghambat kita dalam mencapai tujuan. Seperti menunda mengerjakan tugas harian, tugas kuliah dan sebagainya. Dalam mengatasinya, di sini prinsip satu menit dapat digunakan. Sebagai contoh, tujuan kita adalah memiliki hafalan ‘kanji’ (aksara Jepang’) maka dalam upaya mencapai tujuan tersebut kita meluangkan waktu satu menit pada jam tujuh malam untuk menghafal kanji. Memang dirasa kanji yang kita hafal tidak seberapa banyak namun melakukan hal ini setiap hari dapat melatih tanggung jawab dan kebiasaan kita. Setelah menyelesaikan kewajiban satu menit ini, kita dapat merasakan proses kecil dalam memenuhi tugas kita, sehingga pada saat-saat selanjutnya akan membuat kita ketagihan dan memperpanjang durasi belajar kita. Proses satu menit ini dapat membuat kita melawan rasa malas dan menunda pekerjaan. Sedikit tapi rutin mampu membuat kita lebih mudah memahami sesuatu serta membangun habits, daripada banyak namun tidak rutin tentu akan membuat kita mudah lupa dan terasa lelah. Jadi kapan kamu mau meluangkan waktu satu menit setiap harinya yang memungkinkan hal tersebut akan mengubah hidupmu?

 

Referensi:

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13636/Mengenal-Kaizen-dan-Bagaimana-Penerapannya-dalam-Kehidupan.html

https://www.tsm.ac.id/menjadi-lebih-produktif-dengan-menggunakan-kaizen/

https://www.youtube.com/watch?v=vVqRPy2jrmY



Minggu, 16 April 2023

Menyatukan Hati serta Kebahagiaan dalam Indahnya Berbagi Kebaikan


Surabaya, Pada tanggal 7 April 2023, Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) telah melaksanakan Charity yakni kegiatan yang terdiri dari bagi-bagi takjil, ngabuburit (Fun games), dan buka bersama. Charity dilaksanakan di depan Kampus 1 UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kegiatan ini dimulai dengan menyiapkan takjil yang akan dibagikan, kemudian pada pukul 16.30 takjil siap di bagikan. Seluruh peserta stand by di depan kampus 1 UIN Sunan Ampel Surabaya sebelah utara dan mulai membagikan takjil kepada orang-orang yang melewati sekitar area tersebut.

Setelah selesai bagi-bagi takjil, memasuki acara yang kedua yakni Fun Games. Sebelumnya para peserta sudah dianjurkan untuk membawa makanan atau minuman yang tidak ditentukan jumlah yang harus dibawa dan besaran harganya kemudian panitia sudah menyiapkan kardus yang didalamnya berisi nama para peserta, selanjutnya panitia mengambil 2 nama acak lalu 2 nama yang disebutkan berkewajiban untuk saling bertukar makanan/minuman yang telah dibawa. “Fun Games ini bertujuan untuk menimbulkan chemistry antar anggota upba dalam konteks indahnya berbagi dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota” Sahut Ketua Pelaksana Charity 2023.

Tak lama kemudian, terdengar suara adzan berkumandang, para peserta dan panitia segera membatalkan puasa dengan makan dan minum. Setelah selesai, sholat maghrib dilaksanakan di Masjid Raya Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya. Sebelum acara ditutup Ketua Pelaksana Charity 2023, Andriawan Bayu Laksamana, mengucapkan “Terima kasih kepada para peserta karna sudah menyempatkan waktunya untuk hadir, harapan dari kegiatan kali ini adalah tumbuhnya kesadaran kita untuk saling membantu dan saling menguntungkan dari satu aspek ke aspek yang lain”. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

( Rusydina )




Minggu, 09 April 2023

Di Jepang Angka 4 Angka Keramat?

 Di Jepang Angka 4 Angka Keramat?

By : Rusydina Sabilas Salamah



Haloo Guys! Sebelumnya mimin mau nanya nih. Disini ada yang lahir tanggal 4? Atau bulan 4? Atau mungkin ada mahasiswa semester 4? Pokoknya yang berhubungan sama angka 4 deh. Kalo nggak ada sih kalian aman ya, Tapi kalo iya, waduh! Untung aja kalian tinggal di indonesia, kalo tinggal di jepang, hidup kalian sedang tidak baik-baik saja guys! Kenapa Begitu?? yuk simak berita berikut!

Jadi, di kalangan masyarakat biasanya banyak mitos yang beredar, hingga beberapa mitos dipercayai dan dianggap sebagai sebuah peraturan yang harus dituruti. Nah, Salah satunya mitos angka 4 di jepang guys, udah pada tahu belum tentang mitos aneh ini? Di sana dipercaya sebagai angka keramat yang membawa petaka lhoo.. masyarakat luasnya yakin bahwa apa saja yang berhubungan dengan angka 4 akan membawa hal yang tidak baik. Hal tersebut berasal dari cara baca nya, Angka 4 dibaca Shi (), mereka beranggapan itu berarti Shinu (死ぬ) atau Mati.

Sebagian orang Jepang percaya dengan mitos angka ini. Jika dilanggar, maka orang dahulu mengatakan akan terjadi sesuatu yang tidak baik. Maka dari itu mereka tidak menggunakan angka 4 dimanapun, misalnya di lift, kamar hotel/ penginapan, kompleks perumahan, dsb. Hal itu dilakukan untuk menghindari bencana yang dipercayai datang dari nomor tersebut. Anehnya hal ini tidak terjadi pada angka satuannya saja, tetapi juga semua bilangan yang terdapat angka 4, seperti 14, 24, 34, dan seterusnya. Oleh karena itu, di Jepang tidak akan menemukan angka 4. Biasanya mereka menggunakan angka 3A sebagai pengganti nomor 4.

Eittss ga hanya itu, usia juga hal yang ditakuti masyarakat Jepang guys. karena misal pada usia yang ke-42 dan 49, dst. mereka beranggapan pada usia tersebut rawan penyakit dan kesialan yang bisa berujung pada kematian. Sehingga banyak yang melakukan ibadah ekstra menjelang usia tersebut. Berarti diluar itu ibadah nya nggak ekstra nih? Hehehehe we never know

Banyak juga tanggapan dunia terutama dari luar Jepang mengenai hal ini lhoo, mereka menyebut hal unik ini dengan istilah Tetraphobia, yakni sekumpulan orang yang sangat membenci atau takut terhadap angka 4. Para psikolog juga mengungkap bahwa phobia tersebut berasal dari pola pikir yang terbentuk atas pemikiran orang-orang di sekitarnya, bahkan peristiwa buruk yang pernah menimpanya. Oleh sebab itu, mereka phobia dengan angka 4.

Gimana guys?? unik bukan mitos yang satu ini?

Next kalian mau mimin bahas apalagi nih? Bahas mitos unik di negara jepang lagi? Atau kita pindah ke negara lain? Komen dibawahh yaa!

Referensi:

One. (2021, January 17). Cuitan MI. Retrieved from Minews.id: https://www.minews.id/cuitan-mi/mitos-angka-4-di-jepang-jika-dilanggar-akan-bernasib-buruk