Senin, 17 Juli 2023

Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era


Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era



     UPBA UINSA telah menyelenggarakan Seminar Internasional sebagai puncak acara Dies Natalis UPBA ke-21. Seminar Internasional yang berlangsung pada Kamis (22/06/2022) di Auditorium UINSA Kampus Ahmad Yani mengusung tema "Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era”. Dalam acara ini peserta diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan digital untuk selalu bergerak ke arah yang positif demi membawa kemajuan dan pergerakan ke arah yang lebih baik melalui bahasa.

     UPBA UINSA secara eksklusif mengundang tiga orang hebat sebagai pembicara dalam Seminar Internasional ini. Ketiga orang tersebut adalah Dr. Ario Bimo Utomo, S.I.P., MIR, Director, Surabaya Language Festival; Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENDIKBUDRISTEK; Puguh Budi Susitiyo, Cultural Affairs Asisstant at the U.S Consulate General Surabaya, serta dengan moderator Alda Dea Delfina, MORA Scholarship Awardee at Monash University, Australia.

Saat acara berlangsung, masing-masing pembicara menyampaikan materi yang berbeda. Ario Bimo yang menjelaskan tentang pentingnya menguasai berbagai bahasa di era transformasi digital ini. Ario Bimo mengatakan, “Indonesia adalah negara dengan keragaman bahasa terbesar kedua di dunia. Sekitar 700 bahasa yang digunakan oleh bangsa kepulauan ini. Namun, tidak banyak yang terkenal”. Selain itu, Bapak Ario Bimo juga menambahkan bahwa bahasa adalah budaya yang perlu dirayakan. Merayakan keragaman dapat melalui bahasa.

Berbeda dengan Bapak Ario Bimo, Sri Gunani pada sesi kedua menyampaikan materi tentang Perkembangan Pendidikan Indonesia di Era Digital. Sri Gunani membicarakan tentang peran pemerintah dalam memajukan dan pemerataan pendidikan di Indonesia dalam transformasi digital, selain itu Sri Gunani juga menyinggung tentang tantangan implementasi pendidikan multibahasa dalam perkembangan transformasi digital, salah satunya yaitu kesenjangan dalam partisipasi pendidikan berkualitas yang berkontribusi terhadap rendahnya daya saing.

     Selanjutnya, pada sesi terakhir, Puguh Budi mempresentasikan tentang peran pemuda dalam program pertukaran pelajar. Dalam Seminar Internasional, Puguh Budi mengungkapkan hal yang harus dilakukan untuk mengikuti program pertukaran pelajar, yaitu (1) Pencarian lebih mendalam tentang program pertukaran yang akan diikuti (2) Bacalah dengan seksama tentang apa yang harus disiapkan untuk mengikuti program tersebut (3) Daftarkan diri (4) Optimis dan jadilah diri sendiri (5) dan, bersabarlah karena keberhasilan adalah penghargaan dari kesabaran.

(Rusydina)