Sabtu, 17 Agustus 2024

Mengenal Sejarah Afternoon Tea, Budaya Minum Teh Dari Inggris Raya

sumber : herworld.co.id

Teh, minuman yang kini identik dengan budaya Inggris, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan kaum bangsawan. Perjalanan teh ke Inggris dimulai pada abad ke-17, ketika Perusahaan Hindia Timur Inggris mulai mengimpor teh dari Cina.

Pada awalnya, teh adalah minuman mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas masyarakat Inggris. Harganya yang tinggi dan kelangkaannya menjadikan teh sebagai simbol status dan kebangsawanan. Raja Charles II dan istrinya, Catharine of Braganza, memainkan peran penting dalam mempopulerkan teh di kalangan bangsawan Inggris pada tahun 1660-an. Kebiasaan minum teh di kalangan bangsawan berkembang menjadi ritual sosial yang kompleks. "Afternoon tea" atau teh sore, yang diperkenalkan oleh Anna, Duchess of Bedford, pada tahun 1840-an, menjadi tradisi penting dalam kehidupan sosial kaum elit. Ritual ini biasanya diadakan antara pukul 4 dan 5 sore, melibatkan penyajian teh beserta makanan ringan seperti sandwich, kue-kue kecil, dan scone.

Perkembangan ini mendorong munculnya peralatan teh yang mewah dan canggih. Set teh perak, cangkir porselen halus, dan aksesori teh lainnya menjadi barang-barang yang sangat diinginkan dan menunjukkan kekayaan serta status sosial pemiliknya. Pabrik-pabrik terkenal seperti Wedgwood dan Royal Doulton mulai memproduksi peralatan teh berkualitas tinggi untuk memenuhi permintaan pasar kelas atas. Teh juga mempengaruhi arsitektur dan desain interior rumah-rumah bangsawan. Ruang teh khusus mulai muncul di manor house dan istana-istana, sering kali dihiasi dengan lukisan-lukisan indah dan perabotan mewah. Taman-taman juga dirancang dengan area khusus untuk menikmati teh di luar ruangan pada hari-hari yang cerah.

Seiring waktu, kebiasaan minum teh mulai menyebar ke kelas menengah. Namun, kaum bangsawan tetap mempertahankan tradisi mereka yang lebih mewah dan formal. Mereka sering mengadakan "garden party" besar dengan teh sebagai fokus utama, yang menjadi ajang penting untuk bersosialisasi dan menunjukkan status.

Penjajahan Inggris di India pada abad ke-19 membawa perubahan besar dalam industri teh. Perkebunan teh di India dan Ceylon (sekarang Sri Lanka) mulai memproduksi teh dalam jumlah besar, membuat harganya lebih terjangkau. Meskipun demikian, teh tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup bangsawan, dengan varietas dan campuran khusus yang hanya tersedia untuk kalangan elit.

Pada awal abad ke-20, tradisi teh bangsawan mengalami tantangan dengan perubahan sosial yang terjadi setelah Perang Dunia I. Namun, banyak aspek dari tradisi ini tetap bertahan dan bahkan diadopsi oleh hotel-hotel mewah dan restoran high-end, yang menawarkan pengalaman "afternoon tea" bergaya bangsawan kepada publik yang lebih luas. Hingga saat ini, teh tetap menjadi bagian integral dari budaya Inggris, melampaui batas-batas kelas sosial. Namun, pengaruh sejarah teh bangsawan masih terasa dalam berbagai aspek, mulai dari etiket minum teh hingga desain peralatan teh mewah. Warisan ini terus memperkaya dan membentuk hubungan unik antara Inggris dan minuman yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas nasionalnya.