Rabu, 29 September 2021

Dies Natalis UPBA 2021

 

“Dies Natalis UPBA 2021”

Oleh: Syifa’ Yahyania Awim Tasya

 

Pada 2 Mei 2021 kemarin UPBA (Unit Pengembangan Bahasa Asing) yang dimana merupakan salah satu UKM di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kini telah bertambah usia. Untuk merayakan usia ke-19 UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) ini mengadakan berbagai acara yaitu kegiatan temu alumni, pelatihan dan tes TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) juga pelatihan dan tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language), serta kegiatan International Webinars. Semua kegiatan ini dilaksanakan selama sebulan dengan bertahap dan memiliki jeda hari masing-masing.


Terhalangi oleh pandemi Covid-19 yang setiap harinya bertambah kasus pasien, juga bersamaan dengan diterapkan aturan semua orang dilarang untuk berkerumun dan mesti jaga jarak. Event ini diadakan secara online melalui sebuah aplikasi pertemuan yakni zoom meeting. Walaupun diadakan secara daring, ini tidak mengurangi antusiasme peserta dalam mengikuti acara ini. Saat kegiatan temu alumni, ini diikuti oleh pihak internal UKM sendiri, dimana anggota dan panitia turut serta menjadi peserta. Pemateri ini dari pihak alumni yang juga pernah mengikuti UKM UPBA. 

 

Diundangnya pada acara ini pemateri memiliki banyak pengalaman dan memberikan cerita yang menarik sesuai dengan tema yang telah diusung. Menariknya peserta sangat semangat ketika melakukan sesi tanya jawab dengan pemateri. Selanjutnya, kegiatan TOAFL dan TOEFL kegiatan ini bekerja sama dengan beberapa Lembaga eksternal karena tidak hanya melakukan pelatihan saja namun juga melaksanakan tes. Pelatihan dua kegiatan ini dilakukan secara daring juga dengan pengarahan dari panitia dan lembaga yang bersangkutan agar peserta tidak kebingungan saat melakukan tes dihari berikutnya. 

Tes TOAFL dan TOEFL ini dilakukan secara daring dengan menggunakan link yang telah disediakan oleh Lembaga, link ini dibagikan oleh Lembaga melalui whatsapp group yang telah dibentuk sebelumnya setelah peserta melakukan registrasi. Pelatihan dan tes yang diadakan ini secara berbayar yang dilakukan saat tahap pertama yakni registrasi. Panitia sangat teliti dlam membuat acara ini, dimana kepentingan peserta juga diperhatikan. Ketika tes TOAFL dan TOEFL walaupun beda tanggalnya tetap dibagi menjadi dua sesi, dimana sesi 1 dilakukan pada pagi hari dan sesi 2 pada siang harinya. Tidak hanya mengikuti tes saja peserta dapat mengetahui skor yang didapat setelahnya. Skor ini bisa digunakan dalam mendaftar kerja, pendaftaran sekolah yang memerlukan skor ini, dan lain sebagainya. Dengan adanya tes ini peserta juga dapat mendapatkan skor dengan file yang sudah di print maupun hanya berupa file yang tentunya terdapat biaya tersendiri. 

Kemudian event terakhir untuk merayakan ulang tahun UPBA yakni International Webinars. Acara ini sangat menyenangkan bagi peserta dimana tidak hanya materinya saja yang menarik namun juga pembicara yanyg diundang juga dari native luar negeri. Pembicara fasih dalam menggunakan Bahasa inggris dan asik ketika melakukan presentasi dan menceritakan pengalaman – pengalamannya. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas tentang bagaimana bisa belajar Bahasa Inggris dengan benar namun juga belajar bagaimana agar kita bisa berkuliah di luar negeri, apa saja yang diperlukan ketik mengikuti scholarship, dan lain lain. 

Disini juga ada kegiatan tanya jawab yang dipandu oleh moderator yang juga ramah. Peserta bertanya sesuai dengan tema yang telah diusung. Kondisi yang snagat kondusif dan terarah, acara ini berjalan lancar. Peserta dan panitia juga berfoto bersama disaat acara terakhir. Pengalaman yang sangat berharga dalam mengikuti event ini. Tidak berhenti disitu saja untuk memastikan bahwa peserta mengikuti acaranya dengan baik panitia memberikan link evaluasi di akhir acara. Dengan begitu juga link evaluasi ini digunakan untuk memperoleh sertifikat.

Begitu kegiatan Dies Natalis UPBA UINSA yang ke-19 dirayakan. Peserta sangat antusias dan semangat, ditunggu untuk event selanjutnya.

Dies-up UPBA - 2021

 

Dies-up UPBA

by: author

Tentunya kita semua sudah tidak asing dengan yang namanya tes TOAFL dan TOEFL.  Test TOAFL adalah ujian  bahasa Arab untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kita dalam berbahasa arab, dan test TOEFL yakni ujian untuk mengetahui kemampuan kita dalam berbahasa Inggris.

Di era modern seperti saat ini, rata-rata banyak lowongan pekerjaan  yang salah satu syaratnya harus punya sertifikat TOEFL dengan skor sekian, bukan hanya untuk melamar pekerjaan test TOAFL dan TOEFL ini juga berguna untuk mendaftar beasiswa. Nah, di event Dies-up UPBA kemarin diadakan tes TOEFL juga TOAFL dalam rangka hari jadinya UPBA ke 19 tahun.  Untuk mengadakan test TOAFL nya sendiri UPBA bekerja sama dengan Al-Azhar Center Pare dan untuk test TOEFL nya UPBA bekerja sama dengan LKP Texas.

Nah, test TOAFL nya sendiri terdiri dari 2 sesi acara yang pertama Workshop yang diadakan pada tanggal 21 Mei 2021 dan TOAFL test pada taggal 22 Mei 2021 melalui zoom meeting dan WA group dan untuk test TOEFL juga terdapat 2 sesi acara yang pertama pelatihan TOEFL online pada tanggal 22 Mei 2021 dan test TOEFL online pada tanggal 23 Mei 2021.


 

Test ini dibuka untuk umum, dengan kisaran biaya RP.60.000-RP.70.000 untuk test TOEFL dan RP.80.000 untuk test TOAFL. Dengan mengikuti test ini, kita mendapatkan banyak sekali benefit dan fasilitas antara lain: knowledge, E-Sertifikat skor, mini seminar,dll serta kita juga mendapatkan banyak kenalan baru dari berbagai tempat.

Menyenangkan sekali bisa ikut berpartisipasi dalam test TOAFL ataupun TOEFL ini, kita banyak mendapatkan pengalaman baru, ilmu baru serta relasi yang banyak dan lebih luas lagi. Disini kita bisa mengasah kemampuan kita, mengukur sejauh mana kita dapat berbahasa Arab ataupun Inggris. Thanks to UPBA telah menghadirkan test online yang bermanfaat ini.

Selain mengadakan test TOAFL dan TOEFL online untuk memperingati hari jadinya UPBA yang ke 19, para anggota UPBA  juga mengadakan webinar internasional pada sabtu, 29 Mei 2021. Kita semua tentu sudah akrab dengan yang namanya webinar ya. Terutama dimasa pandemi seperti sekarang kegiatan-kegiatan offline banyak dialihkan ke kegiatan online termasuk webinar ini. Untuk yang belum tahu apa itu webinar, saya akan memberikan sedikit penjelasan disini. Webinar sendiri adalah kegiatan seminar yang dilakukan secara online.  

UPBA mengusung tema “Responding Millenial’s Challenges By Mastering The Languages” untuk memeriahkan hari jadinya. Disini UPBA menghadirkan 3 pemateri untuk mengisi acara.  Yang pertama, kak Fauzan Atsari dengan materi “The Gain of Learning and Mastering Language”. Kedua, kak Andinisa Rahmaniar dengan materi “Why and How to Get A Scholarship”. Dan yang terakhir, Miss Amy O’brien dengan materi “The Role of English Languages for Millennial Era”


Tentu berkesan sekali acara webinar ini, karena berkesempatan menerima ilmu-ilmu baru yang insyaallah bermanfaat dari orang-orang hebat. Banyak hal yang didapatkan ketika mengikuti webinar ini, seperti cara pandang kita yang mulai berubah, cara berpikir kita, dll. Luar biasanya lagi, webinar ini tidak dipungut biaya sepeser pun dan kita juga mendapatkan E-sertifikat setelahnya. UPBA, sekali lagi terimakasih karena telah menghadirkan event-event yang bermanfaat bagi banyak orang. Sukses selalu untuk kedepannya.

Menguasai Dunia Dengan Menjadi Polyglot



 Menguasai Dunia Dengan Menjadi Polyglot

Penulis: Mutiarizki Hapsari

 

Saat ini, ada lebih dari ratusan bahasa yang digunakan di seluruh dunia. Mulai dari bahasa Inggris yang telah menjadi salah satu bahasa internasional, hingga bahasa Xhosa yang nyaris lenyap karena penuturnya yang tinggal hitungan jari. Mengingat kedudukan bahasa yang begitu penting sebagai pembuka cakrawala dunia, maka dalam merayakan dies-up tahun ini, Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) UIN Sunan Ampel Surabaya menyelenggarakan webinar internasional dengan tema “Responding Millenial’s Challenges by Mastering The Languages” dengan mengundang tiga pemateri yang ahli di bidangnya masing-masing.

Pemateri yang pertama adalah Fauzan Atsari, M.Hum. yang membawakan materi dengan tema “The Gain of Learning and Mastering Languages”. Fauzan menjelaskan empat bahasa utama, yaitu bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Korea, dan bahasa Arab, yang akan sangat berguna apabila kita menguasainya.

Menurut Fauzan, bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional yang kedudukannya amat penting di hampir semua negara, khususnya di benua Eropa, Australia, dan Amerika. Mengingat pengaruhnya yang global, maka apabila kita mahir berbahasa Inggris sudah sangat dipastikan bahwa itu akan lebih membuka potensi kita untuk go international.

Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa yang patut dipertimbangkan untuk dipelajari. Dengan perkembangan teknologinya yang amat pesat, Jepang dinobatkan sebagai salah satu negara tujuan para pelancong dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi. Karena kebanyakan orang Jepang tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, maka dengan menguasai bahasa Jepang akan membuka akses kita untuk melebarkan karir di Jepang.

Bahasa Korea akhir-akhir ini sedang memiliki banyak peminat dikarenakan pengaruh dari budaya populer K-Pop di Korea Selatan yang mendunia. Korea Selatan juga tak kalah dengan negara tetangganya, Jepang, dalam hal teknologi. Dengan demikian, tak sedikit juga orang berbondong-bondong mempelajari bahasa Korea untuk bekerja di Korea Selatan.

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang termasuk bahasa internasional selain bahasa Inggris. Dengan sebagian besar penutur yang bertempat tinggal di daerah Arab dan sekitarnya, ini menjadikan mereka mendominasi pasar perdagangan dunia, khususnya perminyakan. Dengan menguasai bahasa Arab, maka kita akan lebih berpeluang besar untuk bekerja di perusahaan-perusahaan di daerah Arab dan sekitarnya.

Kesimpulannya, dengan menguasai banyak bahasa, ini tentu dapat mengubah cara pandang kita terhadap dunia dan juga pola berpikir kita yang semakin cepat dan terasah.

Pemateri kedua adalah Andinisa Rahmaniar, salah satu penerima Fulbright Scholarship, yang membawakan materi dengan tema “Why And How To Get A Scholarship?”. Di sini, Andinisa membagikan pengalaman serta tips dan trik dalam menggapai beasiswa Fulbright yang dibiayai sepenuhnya oleh Amerika Serikat untuk melanjutkan studi di negeri Paman Sam.

Menurut Andinisa, ada berbagai benefit yang kita dapatkan apabila kita mendapatkan Fulbright Scholarship, yaitu: JI visa support, round-trip economy class air travel from scholarship, funding for tuition and fees, living, and related costs, accident and health insurance coverage per U.S. Government Guidelines.

Proses seleksi untuk Fulbright Scholarship sendiri terdiri dari berbagai tahapan yang berurutan, antara lain: seleksi berkas, interview, pengumuman lolos beasiswa, pelatihan TOEFL IBT dan GRE, general test, submission plan, penempatan universitas.

Andinisa juga tak lupa memberikan tips dan trik untuk mendapatkan Fulbright Scholarship, yaitu: memperhatikan setiap detail persyaratan, selalu update info terbaru dari media sosial AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation), tidak malu bertanya, dan esai harus realistis dan rasional.

Pemateri terakhir adalah Amy O’Brien yang membawakan materi dengan tema “The Importance Or Role Of English In A Millenial Era”. Dengan semakin masifnya perkembangan teknologi dunia, ini membuat bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa internasional semakin diperlukan dan menjadi kemampuan dasar yang harus dikuasai. Amy O’Brien menjelaskan beberapa poin penyebab bahasa Inggris sangat penting untuk saat ini, antara lain: educational purposes, work environments, socialising, basic conversation.

Beberapa tips berguna dari Amy O’Brien untuk mahir berbahasa Inggris yaitu: never be afraid to make mistakes, learn from your mistakes, consistency is a key, practice makes perfect.

Nah, sekarang kita sudah semakin paham tentang betapa pentingnya kita menguasai beberapa bahasa. Dengan menjadi seorang yang polyglot (menguasai banyak bahasa), maka tentunya akan memberikan kita banyak manfaat untuk diri kita sendiri di masa depan.

Belajar bahasa sekarang, sukses 10 tahun dari sekarang!