CERITAKU TENTANG MENULIS
By : Iin Nur Yanti
Sejak kecil saya mempunyai hobi membaca dan menulis. Apa yang sudah saya baca, saya menyimpulkan lewat tulisan. Di mana pertama saya banyak menuliskan sebuah catatan kecil, dari kisah satu hari yang menggambarkan keadaan tersebut. Mulai dari situ, saya tertarik akan menulis.
Seketika saya menduduki di bangku Sekolah Menengah Pertama, itu merupakan langkah awal untuk membangun karya. Bertepatan ketika saya memasuki kelas VII, guru Bahasa Indonesia memanggil saya dan beberapa teman, di mana saya mendapatkan kabar gembira. Bahwasannya akan ada perlombaan menulis dengan tema Penghijauan. Sebenarnya yang membuat saya bahagia, hasil karya tersebut di serahkan kepada Walikota Surabaya.
Jujur rasa nya saya bingung, kepenulisan yang bagaimana yang bisa membuat menarik dalam membaca. Saat itu saya menulis dalam kertas folio, di mana terdapat ketentuan dalam kepenulisan, tidak terbayang membuat 5.000 kata. Sempat bingung dan ingin menyerah, karena sebelumnya belum pernah membuat karangan sebanyak itu. Tapi saya percaya, ini langkah awal saya untuk mengembangkan bakat saya. Akhirnya saya berhasil menyelesaikan karya tersebut, dan saya menantikan hasil pengumunan. Dan akhirnya bertepatan dengan 17 Agustus, saya dinyatakkan lolos dalam kepenulisan.
Sungguh senang dan tidak terbayangkan bisa seperti ini. Akan tetapi, ada tahapan akhir untuk merebutkan juara, di mana karya yang lolos akan di bukukan dan mendapatkan piagam. Guru Bahasa Indonesia saya, membimbing dalam satu minggu kedepan, dan saya bersyukur bisa mendapatkan bimbingan kepenulisan. Di mana dalam tahapan terakhir ini, juga membuat karya dengan syarat karya tersebut terupload dalam website sekolah. Sungguh, waktu itu harapan saya bisa untuk lolos.
Alhasil, sampai pengumuman saya dinyatakan tidak lolos. Jujur rasa nya sedih, dan berfikiri di mana letak kesalahan dalam menulis, apa kurangnya dalam karya saya. Akan tetapi saya menyadari, ini hanya perlombaan pasti menang dan kalah itu pasti. Akhirnya saya mengajak bangkit diri saya, dan saya mengatakan ini bukan akhir dari segalanya. Saya akan tetap berkarya sampai kapan pun.
Hari demi hari, tidak merubah situasi di mana saya tetap menulis catatan kecil. Ketika saya sudah menginjak di bangku Sekolah Menengah Atas, saya merubah karya saya bukan tentang catatan kecil, melainkan saya membuat dari berbagai tema. Banyak sekali reference yang saya dapatkan. Dari masa sekolah saya masih membuat karya, yang di mana saya belum ada terlintas dalam fikiran mengenai kebenaran dalam kepenulisan, baik dari segi Bahasa kepenulisan hingga struktur kepenulisan.
Sampai akhirnya saya menginjak di jenjang perkuliahan, saya juga mendapatkan pembelajaran yang beraneka, apalagi dalam hal menulis. Saya melihat karya kakak tingkat dalam menulis dan bisa publish. Rasanya seperti menamparkan diri, sebuah karya tulis yang bisa publish. Akhirnya saya memulai untuk membuat karya yang, di mana saya sudah mengetahui kebenaran dalam segala aspeknya.
Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat artikel mengenai perekonomian. Sengaja saya ambil perekonomian, karena menurut saya pembahasan tersebut luas, dan bisa membuat ketertarikan pembaca. Selain itu, saya yang berlatar belakang Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Dari sini saya bisa memahami, dalam menulis apalagi kalau membahas sedikit karya, banyak tantangan yang pasti sudah ada sebelum menulis. Di mana tantangan terbesar, dalam hal judul. Menentukan judul dalam sebuah karya tidaklah mudah, karena notabe sekarang Mahasiwa, membuat saya harus bisa mengenal berita terkini. Dari situ dapat membuat ulasan judul dengan konsep update berita terkini.
Maka harus mengulas lagi bahwa, hanya karena dunia milenial identik dengan hal yang serba instan, tak lantas berarti apa pun bisa di geluti dengan pola pikir instan juga. Banyak yang harus di kerjakan butuh waktu (lama) untuk berproses. Dalam kepenulisan sendiri, tidak bisa untuk di kaitkan pada pemikiran serba instan. Dan dapat di telaah kembali, menulis ataupun bersastra bukan pekerjaan yang komersial. Akan tetapi dengan kita ada karya dalam bidang kepenulisan, itu merupakan sebuah warisan berharga yang akan, menjadi kenangan untuk di baca dan dapat meotivasi banyak pihak.
Ketika kita sudah memutuskan untuk menulis atau membuat karya baik ilmiah ataupun non, itu merupakan sebuah keterampilan dalam pemecahan masalah, di mana tertuang dalam kepenulisan. Dengan pemecahan masalah dalam bentuk tulisan, menghasilkan solusi yang spesifikasi. Hal ini berlaku dalam kepenulisan apapun.
Menulis merupakan ekstraksi pemikiran serta gagasan, yang mempunyai ruang untuk memecah masalah menjadi komponen. Dengan menuliskan bagian dari masalah, akan ada ruang untuk mempertimbangkan bagian lebih banyak.

0 komentar:
Posting Komentar