Senin, 16 Oktober 2023

TIPS AND TRIK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MEMBACA DARI NEGARA AMERIKA

 

TIPS AND TRIK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MEMBACA DARI NEGARA AMERIKA

by Nabiel Ba Ramadani 


Hallo fellas! Sudah sekian lama U-News tidak menyapa nih. Kali ini kita hadir dengan topik bahasan yaitu tips dan trik  memantik semangat dalam membaca khususnya dari negara amerika serikat.

Sebelum kita jauh mengulas fakta yang ada di negara Amerika, mimin ingin memberikan sejumlah fakta yang berada di indonesia. Fakta pertama, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!

Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Fakta kedua, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. Juara deh. Jakarta lah kota paling cerewet di dunia maya karena sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di ibu kota Indonesia ini paling padat melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris.

Itulah beberapa fakta yang ada di indonesia, tentunya sedikit banyak mengejutkan kita sebagai pemuda yang tidak luput dan melekat di genggaman tangan kita yaitu handphone,sksksksk.

Sedangkan bila kita melihat dari negara amerika, sebagaimana dikutip dalam tulisan medium. Com  Mereka yang berkunjung ke toko buku ini pun tidak harus membeli buku. Mereka sering kali hanya membaca buku saja. Di toko ini pun mereka bebas memilih buku yang ingin mereka baca dan membacanya di lantai yang se empuk kasur tersebut. Dan jika ada yang ingin menyalin isi dalam buku yang telah di minati mereka, toko buku ini membebaskannya untuk menyalinkannya kembali ke notebook mereka, tanpa harus membelinya. Bila beberapa pramusaji lewat dan melihatnya pun, pengunjung ini tidak di tegur. Karena hal ini illegal dilakukan.Buku-buku di sini yang dijual pun bersifat terbuka atau tidak di bungkus oleh plastic sedikit pun. Karena pengunjung bisa bebas membacanya.

Di amerika, toko buku tidak hanya tempat untuk menjual buku. Mereka menyediakan seperti kafe kecil semacam starbuck. Agar supaya mereka bisa membaca buku sambil minum kopi atau memakan kue. Harganya pun sangat murah. Mirip seperti warung kopi di Indonesia.

Yang paling membuat terkesan adalah cara toko buku melayani pengunjungnya. Merea sangat ramah. Mereka berbicara dengan sopan dan senyuman. Ketika kita ingin menanyakan buku yang kita cari, mereka berusaha untuk memberikan informasi yang pengunjung butuhkan secara lengap dan praktis.

Tentu tips dan trik yang bisa kita adopsi sebagai berikut :

  • Sejak kecil anak sudah di perkenalkan dengan buku
  • Layanan toko buku yang sangat nyaman bagi pengunjung dan ramah sehingga membuat pengunjung merasa senang membaca buku
  • Pengunjung toko tidak harus membeli buku (hal yang legal bila pengunjung hanya sekedar membaca dan menyalinnya
  • Harga buku relative murah dan terjangkau bagi warga amerika
  • Perpustakaanya mudah di akses dan nada disetiap kota

Banyak penelitian membuktikan bahwa efektifitas dalam kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak yang mengarah kepada kemampuan manusia membaca dan menulis mereka.


0 komentar:

Posting Komentar