Minggu, 08 Maret 2026

Social Teaching & Charity 2026 : Hadirkan Asa Melalui Pendidikan dan Kepedulian

Sabtu, 7 Maret 2026 bertepatan dengan 18 Ramadhan 1447 H, Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) UKM UPBA melaksanakan realisasi program kerja berupa kegiatan Charity dan Social Teaching dengan tema “HARAPAN (Hadirkan Asa Melalui Pendidikan dan Kepedulian)” yang bertempat di Panti Asuhan Mitra Arafah Putri Surabaya.

Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk berbagi kebaikan berupa donasi dan ilmu yang bermanfaat tentunya. Banyak sekali dukungan dari berbagai pihak mulai dari anggota UPBA, ketua pelaksana yakni Saudari Shoidatul Ila Syarifah, terutama donatur yang telah memberikan donasi berupa kitab tilawati, tasbih, diba', pakaian, dan dana bantuan senilai Rp. 1.594.000 yang kemudian dialokasikan untuk alat tulis dan buka bersama. 

Kegiatan ini di mulai pada pukul 15.30 WIB dengan pembukaan dan do'a bersama. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi 'Daily Activities' menggunakan metode fun learning dengan cara menyanyi bersama. Kemudian untuk melatih kekompakan dan meningkatkan partisipasi mereka, kami membentuk dua kelompok dan mengajak mereka untuk bermain games edukatif berkelompok seperti susun kata dan tebak gerakan hewan. Acara inti selesai pada pukul 17.15, selanjutnya di lanjut dengan pembagian hadiah, seluruh donasi, dan sesi dokumentasi. Menjelang waktu berbuka, pada pukul 17.50 WIB, panitia membagikan konsumsi kepada adik-adik panti untuk melaksanakan buka puasa bersama, kemudian dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah. 

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat serta menumbuhkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Charity dan Social Teaching dengan tema “HARAPAN” UKM UPBA 2026. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Sabtu, 07 Februari 2026

Musyawarah Kerja 2026 : Awal kebangkitan

Gambar 1. Foto bersama pengurus baru UPBA

Sabtu, 7 Februari 2026 UKM Unit Pengembangan Bahasa Asing atau biasa disebut UPBA yang berada dalam naungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan mengadakan kegiatan Musker (Musyawarah Kerja). 

Musyawarah Kerja merupakan kegiatan tahunan yang membahas tentang program kerja selama satu periode ke depan yang dihadiri oleh seluruh pengurus UPBA. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan lantai 4 UIN Sunan Ampel Surabaya.

Acara dibuka pada pukul 09.00 WIB yang dipandu oleh Desta Rizki Aris Satrio dan Walidah Ameliya sebagai Master of Ceremony (MC). Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum yakni Vina Agustina dan disambung dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana yakni Inaroh Duja Ummi Hirza.

Pada pukul 10.00 WIB, Sidang dimulai dengan pembacaan kontrak forum selama persidangan. Setelah kontrak forum selesai dilanjut dengan sidang Rancangan Tata Tertib (Ratatib) pada pukul 10.30 WIB. Ratatib berjalan dengan lancar dengan beberapa perbaikan pada pasal-pasal yang ada melalui opsi dan afirmasi. 

Kemudian pada pukul 11.30 WIB, dilanjutkan dengan pelaporan sidang AD/ART yang mana telah di sepakati pada saat Musyawarah Tahunan Anggota 2026 . Acara selanjutnya merupakan acara inti yakni sidang Komisi tiap divisi, dimulai dengan komisi A hingga F yang memaparkan setiap prokernya untuk satu periode ke depan. 

Bergeser ke sidang terakhir yakni sidang paripurna yang membahas dan mengesahkan sidang-sidang sebelumnya pada pukul 12.30. Acara ditutup dengan bacaan hamdalah oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi. 

Semoga dengan diadakannya musyawarah kerja ini bisa menjadi awal baru untuk bangkit dan membangun solidaritas serta rasa kekeluargaan antar sesama pengurus UPBA.

Salam UPBA! Salam Bahasa!

Kamis, 08 Januari 2026

OCB 2025 : Wadah Awal Menumbuhkan Cinta Bahasa dan Kebersamaan Anggota Baru

 


  



Gambar 1. Foto Bersama Anggota Baru dan Panitia


Salam UPBA!

Unit Kegiatan Mahasiswa UPBA (Unit Pengembangan Bahasa Asing) kembali menyelenggarakan salah satu program kerjanya, yaitu OCB (Orientasi Cinta Bahasa) dengan mengusung tema "Explore The World: The Role of Language as a Bridge of Culture, Knowledge, and Friendship" . Kegiatan ini menjadi agenda penting bagi UPBA sebagai langkah awal dalam memperkenalkan organisasi, nilai, serta ruang pengembangan minat dan bakat bahasa asing kepada para anggota baru.

OCB UPBA dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 13–14 Desember 2025, bertempat di Balcamp Mediana, Kabupaten Mojokerto. Dengan mengusung konsep yang santai namun tetap bermakna, kegiatan ini dirancang agar anggota baru dapat mengenal UPBA dengan suasana yang hangat, akrab, dan menyenangkan.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan penyampaian materi ke-UPBA-an yang bertujuan untuk mengenalkan sejarah, visi-misi, serta peran UPBA sebagai wadah pengembangan bahasa asing di lingkungan kampus. Selanjutnya, peserta mendapatkan pengenalan berbagai bahasa yang menjadi fokus UPBA, yaitu Bahasa Jepang, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Materi disampaikan secara interaktif sehingga anggota baru dapat merasakan langsung gambaran kegiatan dan pembelajaran bahasa yang ada di UPBA.

Memasuki malam hari, suasana OCB semakin hangat dengan adanya penampilan inaugurasi dari setiap kelompok anggota baru yang telah dibagi sebelumnya. Penampilan ini menjadi ajang ekspresi, kreativitas, sekaligus sarana mempererat kebersamaan antaranggota. Kegiatan malam ditutup dengan ngegrill bareng, yang menambah kesan kekeluargaan dan kebersamaan di antara seluruh peserta dan panitia.

Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan berbagai game-game seru yang dirancang untuk melatih kerja sama, kekompakan, dan komunikasi antaranggota. Suasana penuh tawa dan semangat menjadi penutup rangkaian OCB sebelum akhirnya kegiatan ditutup secara resmi.

Melalui kegiatan OCB UPBA 2025, diharapkan anggota baru tidak hanya mengenal UPBA secara struktural, tetapi juga merasakan nilai kekeluargaan, semangat belajar, serta cinta terhadap bahasa asing yang menjadi ruh organisasi. OCB bukan sekadar orientasi, melainkan langkah awal untuk tumbuh dan berproses bersama di UPBA.




Minggu, 15 Juni 2025

Pakaian Terbaik di Hari Raya

 

   Gambar 1. oleh Ambisisius Wiki.com


Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin !

Mari kita rayakan hari kemenangan dengan hati dan jiwa yang bersih. Nah, salah satu dari tradisi indonesia pada hari raya adalah baju baru. Memakai baju baru menjadi kewajiban yang selalu mewarnai hari raya idul fitri di berbagai daerah Indonesia. Tapi, sebelumnya kalian tau nggak gimana sih asal usulnya??? yuk yuk yuk kita bahas sekarang!

Dalam islam sendiri, memakai baju baru saat hari raya bukanlah suatu kewajiban. Namun, tradisi ini didasarkan pada hadist nabi Muhammad SAW yang memerintahkan memakai pakaian terbaiknya pada hari raya idul fitri. Pakaian terbaik disini bukan dimaksudkan pada pakaian baru, melainkan pakaian yang telah dimiliki namun yang paling disukai diantara pakaian yang lain. Hal ini sebagai tanda kesucian lahir dan batin setelah kita menjalani puasa selama satu bulan penuh dan menahan diri dari hawa nafsu. 

Jadi boleh nggak kita pakai baju baru saat hari raya?? Tentu boleh dong! baju baru saat hari raya tidak hanya menjadi tanda kesucian lahir batin dan versi terbaik kita, namun juga sebagai simbol rasa syukur kita kepada Allah yang masih memberi kesempatan kita untuk melaksanakan ibadah pada bulan yang sangat istimewa. Dan untuk yang belum bisa memakai pakaian baru saat hari raya jangan berkecil hati, karena kalian tentu bisa menunjukkan rasa syukur dan versi terbaik kalian tanpa pakaian baru. Karena Pakaian terbaik di Hari Raya bukan tentang mewah, mahal atau baru, tapi tentang niat untuk memuliakan hari suci, menebar kebaikan, dan menunjukkan rasa syukur serta kasih sayang antar sesama.

Jadi mari kita tata niat kita, untuk menjadi manusia yang bisa menebar kebaikan, memberikan manfaat bagi yang lain dan menjadi hamba yang ikhlas. 

Dan tidak lupa UPBA mengucapkan Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin !

Kamis, 12 Juni 2025

Kamis, 05 September 2024

Menggali Makna Hidup dengan Konsep Ikigai



Hai-hai Fellas!! Pernahkah kamu merasa bingung dengan arah hidup? Atau mungkin bertanya-tanya, apa sih tujuan hidupmu sebenarnya? Kalau iya, kamu bukan satu-satunya. Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak dari kita yang merasa kehilangan arah atau motivasi. Nah, di Jepang, ada konsep yang menarik dan bisa membantu kita menjawab pertanyaan ini, yakni ikigai.

Secara sederhana, ikigai adalah alasan seseorang untuk bangun di pagi hari. Kata ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang: iki yang berarti "hidup" dan gai yang berarti "nilai". Jadi, ikigai bisa diartikan sebagai "nilai dalam hidup" atau "alasan untuk hidup". Konsep ini berakar pada budaya Jepang yang menghargai keseimbangan dan kebahagiaan sederhana.

Ikigai sering digambarkan dengan diagram berupa empat lingkaran yang saling bertumpuk. Lingkaran-lingkaran ini merepresentasikan:

  1. Apa yang kamu cintai (passion)
  2. Apa yang kamu kuasai (profession)
  3. Apa yang dibutuhkan dunia (mission)
  4. Apa yang bisa memberimu penghasilan (vocation)

Di tengah tumpang tindih keempat lingkaran ini, di situlah ikigai berada. Jadi, ikigai adalah titik temu antara passion, skill, kebutuhan dunia, dan penghasilan.

Konsep ikigai tidak hanya membuat hidup lebih bermakna, tetapi juga membantu kita menemukan kebahagiaan. Penelitian menunjukkan bahwa memiliki tujuan hidup dapat meningkatkan kesehatan mental, memperpanjang usia, dan membuat kita lebih produktif. Di Jepang, khususnya di daerah Okinawa yang dikenal sebagai "Pulau Para Lansia", ikigai dianggap salah satu alasan mengapa banyak penduduknya hidup sehat hingga usia lanjut.

Menemukan ikigai memang bukan proses instan. Tapi, kamu bisa mulai dengan bertanya pada dirimu sendiri: Apa yang benar-benar kamu nikmati? Apa yang kamu lakukan dengan baik? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu orang lain? Apa yang bisa memberikanmu penghasilan?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa menjadi petunjuk awal untuk menemukan ikigai-mu. Cobalah untuk mengeksplorasi hobi, pekerjaan, atau bahkan aktivitas sederhana yang membuatmu merasa hidup.

Ikigai bukan hanya soal menemukan pekerjaan impian atau menjalani hidup mewah. Sering kali, ikigai terletak pada hal-hal kecil yang membuat hidup lebih berarti, seperti menikmati secangkir kopi di pagi hari, mengobrol dengan teman, atau membantu orang lain. Yang penting, kamu merasa hidupmu punya arah dan tujuan.

Demikian, ikigai mengajarkan kita bahwa hidup yang bermakna tidak selalu harus rumit. Dengan memahami apa yang kita cintai, kuasai, butuhkan, dan bisa hasilkan, kita bisa menemukan kebahagiaan dalam perjalanan hidup. Jadi, sudahkah kamu menemukan ikigai-mu? Kalau belum, tidak apa-apa. Perjalanan menemukan ikigai adalah proses yang berharga dan layak untuk dijalani.



 

Sabtu, 17 Agustus 2024

Mengenal Sejarah Afternoon Tea, Budaya Minum Teh Dari Inggris Raya

sumber : herworld.co.id

Teh, minuman yang kini identik dengan budaya Inggris, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan kaum bangsawan. Perjalanan teh ke Inggris dimulai pada abad ke-17, ketika Perusahaan Hindia Timur Inggris mulai mengimpor teh dari Cina.

Pada awalnya, teh adalah minuman mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas masyarakat Inggris. Harganya yang tinggi dan kelangkaannya menjadikan teh sebagai simbol status dan kebangsawanan. Raja Charles II dan istrinya, Catharine of Braganza, memainkan peran penting dalam mempopulerkan teh di kalangan bangsawan Inggris pada tahun 1660-an. Kebiasaan minum teh di kalangan bangsawan berkembang menjadi ritual sosial yang kompleks. "Afternoon tea" atau teh sore, yang diperkenalkan oleh Anna, Duchess of Bedford, pada tahun 1840-an, menjadi tradisi penting dalam kehidupan sosial kaum elit. Ritual ini biasanya diadakan antara pukul 4 dan 5 sore, melibatkan penyajian teh beserta makanan ringan seperti sandwich, kue-kue kecil, dan scone.

Perkembangan ini mendorong munculnya peralatan teh yang mewah dan canggih. Set teh perak, cangkir porselen halus, dan aksesori teh lainnya menjadi barang-barang yang sangat diinginkan dan menunjukkan kekayaan serta status sosial pemiliknya. Pabrik-pabrik terkenal seperti Wedgwood dan Royal Doulton mulai memproduksi peralatan teh berkualitas tinggi untuk memenuhi permintaan pasar kelas atas. Teh juga mempengaruhi arsitektur dan desain interior rumah-rumah bangsawan. Ruang teh khusus mulai muncul di manor house dan istana-istana, sering kali dihiasi dengan lukisan-lukisan indah dan perabotan mewah. Taman-taman juga dirancang dengan area khusus untuk menikmati teh di luar ruangan pada hari-hari yang cerah.

Seiring waktu, kebiasaan minum teh mulai menyebar ke kelas menengah. Namun, kaum bangsawan tetap mempertahankan tradisi mereka yang lebih mewah dan formal. Mereka sering mengadakan "garden party" besar dengan teh sebagai fokus utama, yang menjadi ajang penting untuk bersosialisasi dan menunjukkan status.

Penjajahan Inggris di India pada abad ke-19 membawa perubahan besar dalam industri teh. Perkebunan teh di India dan Ceylon (sekarang Sri Lanka) mulai memproduksi teh dalam jumlah besar, membuat harganya lebih terjangkau. Meskipun demikian, teh tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup bangsawan, dengan varietas dan campuran khusus yang hanya tersedia untuk kalangan elit.

Pada awal abad ke-20, tradisi teh bangsawan mengalami tantangan dengan perubahan sosial yang terjadi setelah Perang Dunia I. Namun, banyak aspek dari tradisi ini tetap bertahan dan bahkan diadopsi oleh hotel-hotel mewah dan restoran high-end, yang menawarkan pengalaman "afternoon tea" bergaya bangsawan kepada publik yang lebih luas. Hingga saat ini, teh tetap menjadi bagian integral dari budaya Inggris, melampaui batas-batas kelas sosial. Namun, pengaruh sejarah teh bangsawan masih terasa dalam berbagai aspek, mulai dari etiket minum teh hingga desain peralatan teh mewah. Warisan ini terus memperkaya dan membentuk hubungan unik antara Inggris dan minuman yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas nasionalnya.



Rabu, 03 April 2024

TAKJIL UNTUK SEMUA, MENEBAR KEBAIKAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

(anggota UPBA membagikan takjil di depan UINSA) 

SURABAYA, U-NEWS — Pada bulan suci Ramadhan, banyak orang bersaing untuk melakukan perbuatan baik, yang tentunya merupakan hal yang layak untuk dijadikan contoh. Salah satu fenomena yang selalu menghiasi bulan Ramadhan adalah momen berbagi takjil di pinggir jalan. Tindakan sederhana ini memiliki makna yang dalam, karena tidak hanya memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari solidaritas dan kepedulian sosial.

Pada tanggal 1 April 2024 yang lalu, Organisasi Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) telah melaksanakan kegiatan berbagi takjil sebagaimana yang telah terencana dalam program kerja divisi hubungan dan pengabdian masyarakat. Seiring dengan semangat kebersamaan, teman-teman UPBA berkumpul pukul 15.00 WIB untuk memulai proses pembungkusan takjil yang akan dibagikan. Dalam suasana yang penuh keceriaan dan kebersamaan, mereka saling membantu dan bekerja sama untuk menyiapkan takjil tersebut. Setelah selesai proses pembungkusan, takjil siap dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di depan UIN Sunan Ampel Surabaya. Melalui tindakan ini, UPBA tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar, tetapi juga menyebarkan semangat kebaikan dan kepedulian kepada sesama.  

Setelah selesai membagikan takjil, teman-teman UPBA tidak lupa untuk menyiapkan nasi sebagai persiapan untuk agenda selanjutnya, yaitu buka bersama. Acara buka bersama menjadi momen yang dinanti-nantikan, di mana teman-teman UPBA dapat saling mengenal satu sama lain yang kemudian berakhir dengan saling tukar akun Instagram. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terlihat betapa pentingnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam memperkuat hubungan antar anggota organisasi serta menjalin koneksi yang lebih erat dengan masyarakat sekitar.


(foto bersama anggota UPBA dalam agenda UPBA Berbagi) 

Ketika adzan maghrib berkumandang, teman-teman UPBA pun membatalkan puasanya. Mereka dengan penuh rasa syukur akan nikmat yang diberikan Allah SWT, segera mengambil posisi untuk memulai proses berbuka. Setelah berbuka, suasana pun tak langsung berakhir. Perkumpulan masih berlanjut dengan suasana yang penuh kebersamaan. Ada yang sibuk membersihkan sisa-sisa makanan dan ada pula yang masih terjebak dalam percakapan hangat. Setelah selesai, perkumpulan ditutup dengan do’a kafarotul majlis yang kemudian teman-teman UPBA melanjutkan agenda mereka lainnya.

 




Selasa, 02 April 2024

BERPUASA BUKANLAH ALASAN UNTUK MENJADI TIDAK PRODUKTIF: FORUM MUSYAWARAH KERJA UPBA 2024 DILAKSANAKAN SECARA DARING

(Dokumentasi pengurus UPBA pada musyawarah kerja 2024)

SURABAYA, U-NEWS — Unit Pengembangannya Bahasa Asing (UPBA) telah menyelenggarakan musyawarah kerja (Musker) pada hari Minggu, 31 Maret 2024 dan dilaksanakan secara daring. Acara penting ini dihadiri oleh para demisinioner serta perwakilan dari DEMA, SEMA, HMP, UKM Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, tak lupa juga dihadiri oleh anggota aktif organisasi UPBA dari berbagai angkatan. Kehadiran mereka dalam acara ini menunjukkan komitmen dan antusiasme untuk memajukan organisasi ke arah yang lebih baik. Musyawarah kerja tahun ini dengan tema “Continuous Improvement: Driving Excellence in Every Aspect” dengan tujuan agar periode ini dapat mengalami perkembangan dan keunggulan dalam setiap bidangnya.

Prosesi pembukaan musyawarah kerja dimulai dengan sambutan hangat dari ketua umum UPBA, Chalimatus Syuroyyah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua pelaksana musyawarah kerja, Syaharani Zahro.

Sebelum memasuki agenda inti, seluruh peserta musker diingatkan untuk mematuhi kontrak forum yang dibacakan. Kontrak forum ini berisi aturan dan etika yang harus dipatuhi selama berlangsungnya musker agar terciptanya suasana yang kondusif dan produktif.  

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sidang ratatib yang fokus membahas rancangan tata tertib organisasi. Dalam sidang ini, seluruh peserta sidang berkesempatan untuk memberikan masukan dan saran perbaikan terkait tata tertib agar lebih relevan dengan kondisi terkini.  

Agenda berikutnya adalah sidang AD/ART yang menjadi momen krusial karena membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi. Dengan berlandaskan evaluasi, setiap poin dalam AD/ART dikaji ulang untuk disesuaikan dengan perkembangan dan dinamika organisasi ke depan. Proses ini membutuhkan kehati-hatian dan kecermatan dari semua pihak.

Setelah melalui dua sidang sebelumnya, agenda berlanjut dengan sidang komisi. Dalam sidang ini, setiap komisi atau divisi memaparkan rancangan program kerja yang akan dilaksanakan di periode mendatang. UPBA sendiri memiliki 6 komisi, yaitu Komisi A/Badan Pengurus Harian, Komisi B/Pengembangan Bahasa Asing, Komisi C/Pengembangan dan Kaderisasi, Komisi D/Hubungan dan Pengabdian Masyarakat, Komisi E/Publikasi dan Aktualisasi, serta Komisi F/Pengembangan Minat dan Bakat. Setiap komisi menyajikan ide-ide inovatif, tujuan program, serta strategi pelaksanaan yang matang. Seluruh peserta musyawarah kerja terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan memberikan masukan serta kritik yang membangun untuk menyempurnakan setiap program kerja, yang akhirnya semua program kerja dapat disepakati dan siap untuk diimplementasikan.

Setelahnya, dilanjutkan dengan sidang paripurna, di mana dari ratatib hingga komisi yang telah direvisi dibacakan. Meskipun sidang ini berlangsung cukup lama, namun beruntungnya tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan dalam rundown.

Musyawarah kerja kemudian ditutup dengan sambutan dari Ketua Umum dan Ketua Pelaksana. "Alhamdulillah, musyawarah kerja berjalan lancar. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para demisioner UPBA, ketua DEMA FTK, SEMA FTK, UKM FTK, HMP se-FTK serta semua peserta musyawarah kerja yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam zoom meeting hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus UPBA yang telah berkontribusi dalam acara ini sehingga berjalan dengan sukses," ujar Ketua Pelaksana, Syaharani Zahro. Acara kemudian ditutup dengan doa sekaligus dokumentasi pengurus musyawarah kerja tahun 2024.

 

 

Senin, 16 Oktober 2023

TIPS AND TRIK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MEMBACA DARI NEGARA AMERIKA

 

TIPS AND TRIK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MEMBACA DARI NEGARA AMERIKA

by Nabiel Ba Ramadani 


Hallo fellas! Sudah sekian lama U-News tidak menyapa nih. Kali ini kita hadir dengan topik bahasan yaitu tips dan trik  memantik semangat dalam membaca khususnya dari negara amerika serikat.

Sebelum kita jauh mengulas fakta yang ada di negara Amerika, mimin ingin memberikan sejumlah fakta yang berada di indonesia. Fakta pertama, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!

Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Fakta kedua, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. Juara deh. Jakarta lah kota paling cerewet di dunia maya karena sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di ibu kota Indonesia ini paling padat melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris.

Itulah beberapa fakta yang ada di indonesia, tentunya sedikit banyak mengejutkan kita sebagai pemuda yang tidak luput dan melekat di genggaman tangan kita yaitu handphone,sksksksk.

Sedangkan bila kita melihat dari negara amerika, sebagaimana dikutip dalam tulisan medium. Com  Mereka yang berkunjung ke toko buku ini pun tidak harus membeli buku. Mereka sering kali hanya membaca buku saja. Di toko ini pun mereka bebas memilih buku yang ingin mereka baca dan membacanya di lantai yang se empuk kasur tersebut. Dan jika ada yang ingin menyalin isi dalam buku yang telah di minati mereka, toko buku ini membebaskannya untuk menyalinkannya kembali ke notebook mereka, tanpa harus membelinya. Bila beberapa pramusaji lewat dan melihatnya pun, pengunjung ini tidak di tegur. Karena hal ini illegal dilakukan.Buku-buku di sini yang dijual pun bersifat terbuka atau tidak di bungkus oleh plastic sedikit pun. Karena pengunjung bisa bebas membacanya.

Di amerika, toko buku tidak hanya tempat untuk menjual buku. Mereka menyediakan seperti kafe kecil semacam starbuck. Agar supaya mereka bisa membaca buku sambil minum kopi atau memakan kue. Harganya pun sangat murah. Mirip seperti warung kopi di Indonesia.

Yang paling membuat terkesan adalah cara toko buku melayani pengunjungnya. Merea sangat ramah. Mereka berbicara dengan sopan dan senyuman. Ketika kita ingin menanyakan buku yang kita cari, mereka berusaha untuk memberikan informasi yang pengunjung butuhkan secara lengap dan praktis.

Tentu tips dan trik yang bisa kita adopsi sebagai berikut :

  • Sejak kecil anak sudah di perkenalkan dengan buku
  • Layanan toko buku yang sangat nyaman bagi pengunjung dan ramah sehingga membuat pengunjung merasa senang membaca buku
  • Pengunjung toko tidak harus membeli buku (hal yang legal bila pengunjung hanya sekedar membaca dan menyalinnya
  • Harga buku relative murah dan terjangkau bagi warga amerika
  • Perpustakaanya mudah di akses dan nada disetiap kota

Banyak penelitian membuktikan bahwa efektifitas dalam kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak yang mengarah kepada kemampuan manusia membaca dan menulis mereka.


Senin, 17 Juli 2023

Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era


Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era



     UPBA UINSA telah menyelenggarakan Seminar Internasional sebagai puncak acara Dies Natalis UPBA ke-21. Seminar Internasional yang berlangsung pada Kamis (22/06/2022) di Auditorium UINSA Kampus Ahmad Yani mengusung tema "Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era”. Dalam acara ini peserta diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan digital untuk selalu bergerak ke arah yang positif demi membawa kemajuan dan pergerakan ke arah yang lebih baik melalui bahasa.

     UPBA UINSA secara eksklusif mengundang tiga orang hebat sebagai pembicara dalam Seminar Internasional ini. Ketiga orang tersebut adalah Dr. Ario Bimo Utomo, S.I.P., MIR, Director, Surabaya Language Festival; Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENDIKBUDRISTEK; Puguh Budi Susitiyo, Cultural Affairs Asisstant at the U.S Consulate General Surabaya, serta dengan moderator Alda Dea Delfina, MORA Scholarship Awardee at Monash University, Australia.

Saat acara berlangsung, masing-masing pembicara menyampaikan materi yang berbeda. Ario Bimo yang menjelaskan tentang pentingnya menguasai berbagai bahasa di era transformasi digital ini. Ario Bimo mengatakan, “Indonesia adalah negara dengan keragaman bahasa terbesar kedua di dunia. Sekitar 700 bahasa yang digunakan oleh bangsa kepulauan ini. Namun, tidak banyak yang terkenal”. Selain itu, Bapak Ario Bimo juga menambahkan bahwa bahasa adalah budaya yang perlu dirayakan. Merayakan keragaman dapat melalui bahasa.

Berbeda dengan Bapak Ario Bimo, Sri Gunani pada sesi kedua menyampaikan materi tentang Perkembangan Pendidikan Indonesia di Era Digital. Sri Gunani membicarakan tentang peran pemerintah dalam memajukan dan pemerataan pendidikan di Indonesia dalam transformasi digital, selain itu Sri Gunani juga menyinggung tentang tantangan implementasi pendidikan multibahasa dalam perkembangan transformasi digital, salah satunya yaitu kesenjangan dalam partisipasi pendidikan berkualitas yang berkontribusi terhadap rendahnya daya saing.

     Selanjutnya, pada sesi terakhir, Puguh Budi mempresentasikan tentang peran pemuda dalam program pertukaran pelajar. Dalam Seminar Internasional, Puguh Budi mengungkapkan hal yang harus dilakukan untuk mengikuti program pertukaran pelajar, yaitu (1) Pencarian lebih mendalam tentang program pertukaran yang akan diikuti (2) Bacalah dengan seksama tentang apa yang harus disiapkan untuk mengikuti program tersebut (3) Daftarkan diri (4) Optimis dan jadilah diri sendiri (5) dan, bersabarlah karena keberhasilan adalah penghargaan dari kesabaran.

(Rusydina)


Jumat, 02 Juni 2023

Setetes Ketulusan Untuk Sebuah Harapan yang Mulia

Setetes Ketulusan Untuk Sebuah Harapan yang Mulia


    Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) gelar acara Donor Darah pada tanggal 26 Mei 2023 di Klinik pratama (Kampus A. Yani UINSA). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Dies Natalis UPBA yang diselenggarakan setiap tahunnya. Donor Darah UPBA pernah berhenti diselenggarakan karena adanya Covid-19. Namun setelah berakhirnya pandemi, akhirnya UPBA dapat mengadakan kembali kegiatan Donor Darah yang bekerja sama dengan PMI Surabaya. Selain kegiatan Donor Darah, pada rangkaian Dies Natalis UPBA nantinya juga akan dilaksanakan TEST TOEFL AKBAR, TEST TOAFL AKBAR, dan puncak acara ada pada Seminar Internasional, info selengkapnya silahkan cek Instagram UPBA yakni @upba_uinsa.

    Adapun kegiatan Donor Darah kali ini mengusung tema A Drop of Sincerity for a Noble Hope. Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada orang yg membutuhkan. Melalui kegiatan ini setidaknya kita dapat berkontribusi untuk menambah supply kebutuhan darah nasional.

    Ketua pelaksana, Nabil Alaik Nashrullah mengatakan bahwa “Kegiatan donor darah ini sebagai wujud pengabdian UPBA kepada Negeri, terimakasih kepada para peserta yang telah antusias secara sukarela menyumbangkan darahnya, karena kehadiran para peserta juga merupakan perwujudan kepedulian antar sesama. Oleh karena itu harapannya kegiatan ini terus dijadikan sebagai kegiatan rutin UPBA, melihat manfaatnya yang sangat besar”. (Jum'at, 26/05/2023)

    Penyelenggara kegiatan menargetkan 50 kantong darah. Tercatat peserta yang mendaftarkan diri ada 110 orang. namun peserta yang lolos pemeriksaan kesehatan hanya 49 orang sehingga ada 49 kantong darah yang terkumpul dan selanjutnya akan didistribusikan oleh PMI. “Saat diambil darah, awalnya agak lemas, tapi setelah selangnya dicabut rasa nya sudah seperti biasa dan malah terasa lebih sehat lagi, apalagi dapat konsumsi, nikmatnya makin bertambah” ucap Anggun, salah satu peserta yang lolos pemeriksaaan kesehatan. Sebenarnya masih banyak yang ingin mendonorkan darahnya tetapi karena keterbatasan waktu sehingga kegiatan ini diakhiri pukul 12.40 WIB.

(Rusydina).


Senin, 29 Mei 2023

Pelonggaran Wisatawan LGBT dan Masa Depan Arab Saudi

Pelonggaran Wisatawan LGBT dan Masa Depan Arab Saudi

By : Galib A. Bahari

Foto: Perayaan Halloween dimulai di Riyadh, Arab Saudi. Acara ini berlangsung dua hari, 27-28 Oktober. (REUTERS/AHMED YOSRI)

    Wisatawan mancanegara dapat memberikan manfaat kepada suatu negara seperti meningkatkan pendapatan devisa, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, merangsang pertumbuhan industri, dan lain sebagainya. Dengan keuntungan tersebut, negara-negara berupaya untuk menarik wisatawan mancanegara untuk berwisata di negaranya. Berbagai upaya dilakukan oleh suatu negara seperti mengadakan event internasional, melakukan pembangunan fasilitas wisata, hingga melegalkan aturan yang harusnya dilarang di negara tersebut.

    Negara yang melakukan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dengan mengadakan event internasional seperti yang dilakukan oleh Indonesia. Indonesia mengadakan event internasional dengan mengadakan MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat jumlah wisatawan mancanegara meningkat sebanyak 1.286 wisatawan mancanegara pada Maret 2022 (NTB Satu Data).

    Namun terdapat negara yang melegalkan aturan yang harusnya dilarang di negara tersebut seperti Arab Saudi. Pada Mei 2023 di situs resmi pariwisata kerjaan visitsaudi.com menjawab pertanyaan wisatawan apakah pengunjung LGBT diperbolehkan berkunjung ke Arab Saudi. Situs tersebut menjawab bahwa setiap orang diizinkan mengunjungi Arab Saudi dan para pendatang tidak akan ditanyakan pertanyaan personal secara detail tapi, tolong hargai adat istiadat setempat dan berperilaku sesuai saat berada ditempat umum (CNBC Indonesia, 2023).

    Pernyataan tersebut tentunya berbanding terbalik dengan budaya konservatif dan interpretasi hukum syariah islam yang melarang homoseksualitas. Seperti yang kita ketahui hubungan sesama jenis di negara Arab Saudi dapat dihukum cambuk hingga di hukum mati. Selain itu, dengan adanya pernyataan tersebut membuktikan bahwa kerajaan tidak konsisten dalam menerapkan hukum syariat islam terhadap pelaku homoseksualitas.

    Seperti yang kita tahu bahwa akhir-akhir ini Arab Saudi melakukan perubahan-perubahan, seperti pada tahun 2021 pantai khusus Pure Beach di buka di Jeddah di Laut Merah yang menjadi pantai pertama wanita bisa mengenakan bikini.

    Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan oleh Arab Saudi tidak lain adalah untuk menarik wisatawan mancanegara karena saat ini Arab Saudi sedang berambisi memajukan sektor pariwisata dengan membangun proyek-proyek megah dan futuristic untuk menarik wisatawan asing dan wisatawan kelas menengah keatas.  Disisi lain, dalam hal mengizinkan turis LGBT berkunjung, Arab Saudi meniru negara tetangganya yakni Uni Emirat Arab dan Qatar yang mengizinkan kaum LGBT untuk menggenjot pariwisata (CNN Indonesia, 2023).

    Dalam menggenjot pariwisata, Arab Saudi sebagai negara muslim dan menegakkan hukum syariat islam tentunya harus menegakkan hukum syariat islam dengan konsisten. Arab Saudi dapat membuka pariwisata dari berbagai kalangan. Disamping itu, untuk meningkatkan jumlah wisatawan, Arab Saudi juga dapat mengadakan event internasional yang mendatangkan banyak wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Arab Saudi hal ini tentunya dapat menambah devisa negara dan meningkatkan perekonomian negara yang tidak hanya didapat dari haji dan umroh.

    Namun, dilain sisi Arab Saudi harus menjadi negara yang terus menegakkan hukum syariat islam. Dengan demikian, apabila terdapat wisatawan yang melakukan tindakan homoseksual atau tindakan yang melanggar syariat islam harus dihukum sesuai dengan syariat islam yang berlaku yakni di cambuk bahkan di hukum mati.

    Hal tersebut dapat menjadi peringatan bagi wisatawan bahwa tidak boleh melakukan kegiatan yang bertentangan dengan budaya dan hukum syariat Islam yang berlaku di negara tersebut. Selain itu hal tersebut dapat memberi peringatan bahwa hukum syariat islam masih ditegakkan di Arab Saudi.