Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 07 Februari 2026
Musyawarah Kerja 2026 : Awal kebangkitan
Sabtu, 7 Februari 2026 UKM Unit Pengembangan Bahasa Asing atau biasa disebut UPBA yang berada dalam naungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan mengadakan kegiatan Musker (Musyawarah Kerja).
Kamis, 08 Januari 2026
OCB 2025 : Wadah Awal Menumbuhkan Cinta Bahasa dan Kebersamaan Anggota Baru
Salam UPBA!
Unit Kegiatan Mahasiswa UPBA (Unit Pengembangan Bahasa Asing) kembali menyelenggarakan salah satu program kerjanya, yaitu OCB (Orientasi Cinta Bahasa) dengan mengusung tema "Explore The World: The Role of Language as a Bridge of Culture, Knowledge, and Friendship" . Kegiatan ini menjadi agenda penting bagi UPBA sebagai langkah awal dalam memperkenalkan organisasi, nilai, serta ruang pengembangan minat dan bakat bahasa asing kepada para anggota baru.
OCB UPBA dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 13–14 Desember 2025, bertempat di Balcamp Mediana, Kabupaten Mojokerto. Dengan mengusung konsep yang santai namun tetap bermakna, kegiatan ini dirancang agar anggota baru dapat mengenal UPBA dengan suasana yang hangat, akrab, dan menyenangkan.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan penyampaian materi ke-UPBA-an yang bertujuan untuk mengenalkan sejarah, visi-misi, serta peran UPBA sebagai wadah pengembangan bahasa asing di lingkungan kampus. Selanjutnya, peserta mendapatkan pengenalan berbagai bahasa yang menjadi fokus UPBA, yaitu Bahasa Jepang, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Materi disampaikan secara interaktif sehingga anggota baru dapat merasakan langsung gambaran kegiatan dan pembelajaran bahasa yang ada di UPBA.
Memasuki malam hari, suasana OCB semakin hangat dengan adanya penampilan inaugurasi dari setiap kelompok anggota baru yang telah dibagi sebelumnya. Penampilan ini menjadi ajang ekspresi, kreativitas, sekaligus sarana mempererat kebersamaan antaranggota. Kegiatan malam ditutup dengan ngegrill bareng, yang menambah kesan kekeluargaan dan kebersamaan di antara seluruh peserta dan panitia.
Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan berbagai game-game seru yang dirancang untuk melatih kerja sama, kekompakan, dan komunikasi antaranggota. Suasana penuh tawa dan semangat menjadi penutup rangkaian OCB sebelum akhirnya kegiatan ditutup secara resmi.
Melalui kegiatan OCB UPBA 2025, diharapkan anggota baru tidak hanya mengenal UPBA secara struktural, tetapi juga merasakan nilai kekeluargaan, semangat belajar, serta cinta terhadap bahasa asing yang menjadi ruh organisasi. OCB bukan sekadar orientasi, melainkan langkah awal untuk tumbuh dan berproses bersama di UPBA.
Minggu, 15 Juni 2025
Pakaian Terbaik di Hari Raya
Kamis, 12 Juni 2025
Kamis, 05 September 2024
Menggali Makna Hidup dengan Konsep Ikigai
Hai-hai Fellas!! Pernahkah kamu merasa bingung dengan arah hidup? Atau mungkin bertanya-tanya, apa sih tujuan hidupmu sebenarnya? Kalau iya, kamu bukan satu-satunya. Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak dari kita yang merasa kehilangan arah atau motivasi. Nah, di Jepang, ada konsep yang menarik dan bisa membantu kita menjawab pertanyaan ini, yakni ikigai.
Secara sederhana, ikigai adalah alasan seseorang
untuk bangun di pagi hari. Kata ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang: iki
yang berarti "hidup" dan gai yang berarti "nilai".
Jadi, ikigai bisa diartikan sebagai "nilai dalam hidup" atau
"alasan untuk hidup". Konsep ini berakar pada budaya Jepang yang
menghargai keseimbangan dan kebahagiaan sederhana.
Ikigai sering digambarkan dengan diagram berupa empat
lingkaran yang saling bertumpuk. Lingkaran-lingkaran ini merepresentasikan:
- Apa
yang kamu cintai (passion)
- Apa
yang kamu kuasai (profession)
- Apa
yang dibutuhkan dunia (mission)
- Apa
yang bisa memberimu penghasilan (vocation)
Di tengah tumpang tindih keempat lingkaran ini, di situlah ikigai
berada. Jadi, ikigai adalah titik temu antara passion, skill, kebutuhan
dunia, dan penghasilan.
Konsep ikigai tidak hanya membuat hidup lebih
bermakna, tetapi juga membantu kita menemukan kebahagiaan. Penelitian
menunjukkan bahwa memiliki tujuan hidup dapat meningkatkan kesehatan mental,
memperpanjang usia, dan membuat kita lebih produktif. Di Jepang, khususnya di
daerah Okinawa yang dikenal sebagai "Pulau Para Lansia", ikigai
dianggap salah satu alasan mengapa banyak penduduknya hidup sehat hingga usia
lanjut.
Menemukan ikigai memang bukan proses instan. Tapi, kamu bisa mulai dengan bertanya pada dirimu sendiri: Apa yang benar-benar kamu nikmati? Apa yang kamu lakukan dengan baik? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu orang lain? Apa yang bisa memberikanmu penghasilan?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa menjadi petunjuk
awal untuk menemukan ikigai-mu. Cobalah untuk mengeksplorasi hobi,
pekerjaan, atau bahkan aktivitas sederhana yang membuatmu merasa hidup.
Ikigai bukan hanya soal menemukan pekerjaan impian atau
menjalani hidup mewah. Sering kali, ikigai terletak pada hal-hal kecil
yang membuat hidup lebih berarti, seperti menikmati secangkir kopi di pagi
hari, mengobrol dengan teman, atau membantu orang lain. Yang penting, kamu
merasa hidupmu punya arah dan tujuan.
Demikian, ikigai mengajarkan kita bahwa hidup yang
bermakna tidak selalu harus rumit. Dengan memahami apa yang kita cintai,
kuasai, butuhkan, dan bisa hasilkan, kita bisa menemukan kebahagiaan dalam
perjalanan hidup. Jadi, sudahkah kamu menemukan ikigai-mu? Kalau belum,
tidak apa-apa. Perjalanan menemukan ikigai adalah proses yang berharga
dan layak untuk dijalani.
Sabtu, 17 Agustus 2024
Mengenal Sejarah Afternoon Tea, Budaya Minum Teh Dari Inggris Raya
Teh, minuman yang kini identik dengan budaya Inggris, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan kaum bangsawan. Perjalanan teh ke Inggris dimulai pada abad ke-17, ketika Perusahaan Hindia Timur Inggris mulai mengimpor teh dari Cina.
Pada awalnya, teh adalah minuman mewah yang hanya bisa
dinikmati oleh kalangan atas masyarakat Inggris. Harganya yang tinggi dan
kelangkaannya menjadikan teh sebagai simbol status dan kebangsawanan. Raja
Charles II dan istrinya, Catharine of Braganza, memainkan peran penting dalam
mempopulerkan teh di kalangan bangsawan Inggris pada tahun 1660-an. Kebiasaan
minum teh di kalangan bangsawan berkembang menjadi ritual sosial yang kompleks.
"Afternoon tea" atau teh sore, yang diperkenalkan oleh Anna, Duchess
of Bedford, pada tahun 1840-an, menjadi tradisi penting dalam kehidupan sosial
kaum elit. Ritual ini biasanya diadakan antara pukul 4 dan 5 sore, melibatkan
penyajian teh beserta makanan ringan seperti sandwich, kue-kue kecil, dan
scone.
Perkembangan ini mendorong munculnya peralatan teh yang
mewah dan canggih. Set teh perak, cangkir porselen halus, dan aksesori teh
lainnya menjadi barang-barang yang sangat diinginkan dan menunjukkan kekayaan
serta status sosial pemiliknya. Pabrik-pabrik terkenal seperti Wedgwood dan
Royal Doulton mulai memproduksi peralatan teh berkualitas tinggi untuk memenuhi
permintaan pasar kelas atas. Teh juga mempengaruhi arsitektur dan desain
interior rumah-rumah bangsawan. Ruang teh khusus mulai muncul di manor house
dan istana-istana, sering kali dihiasi dengan lukisan-lukisan indah dan
perabotan mewah. Taman-taman juga dirancang dengan area khusus untuk menikmati
teh di luar ruangan pada hari-hari yang cerah.
Seiring waktu, kebiasaan minum teh mulai menyebar ke kelas
menengah. Namun, kaum bangsawan tetap mempertahankan tradisi mereka yang lebih
mewah dan formal. Mereka sering mengadakan "garden party" besar
dengan teh sebagai fokus utama, yang menjadi ajang penting untuk bersosialisasi
dan menunjukkan status.
Penjajahan Inggris di India pada abad ke-19 membawa
perubahan besar dalam industri teh. Perkebunan teh di India dan Ceylon
(sekarang Sri Lanka) mulai memproduksi teh dalam jumlah besar, membuat harganya
lebih terjangkau. Meskipun demikian, teh tetap menjadi bagian penting dari gaya
hidup bangsawan, dengan varietas dan campuran khusus yang hanya tersedia untuk
kalangan elit.
Pada awal abad ke-20, tradisi teh bangsawan mengalami
tantangan dengan perubahan sosial yang terjadi setelah Perang Dunia I. Namun,
banyak aspek dari tradisi ini tetap bertahan dan bahkan diadopsi oleh
hotel-hotel mewah dan restoran high-end, yang menawarkan pengalaman
"afternoon tea" bergaya bangsawan kepada publik yang lebih luas. Hingga
saat ini, teh tetap menjadi bagian integral dari budaya Inggris, melampaui
batas-batas kelas sosial. Namun, pengaruh sejarah teh bangsawan masih terasa
dalam berbagai aspek, mulai dari etiket minum teh hingga desain peralatan teh
mewah. Warisan ini terus memperkaya dan membentuk hubungan unik antara Inggris
dan minuman yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas
nasionalnya.
Rabu, 03 April 2024
TAKJIL UNTUK SEMUA, MENEBAR KEBAIKAN DI BULAN SUCI RAMADHAN
(anggota UPBA membagikan takjil di depan UINSA)
SURABAYA, U-NEWS — Pada bulan suci Ramadhan, banyak orang bersaing untuk melakukan perbuatan baik, yang tentunya merupakan hal yang layak untuk dijadikan contoh. Salah satu fenomena yang selalu menghiasi bulan Ramadhan adalah momen berbagi takjil di pinggir jalan. Tindakan sederhana ini memiliki makna yang dalam, karena tidak hanya memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari solidaritas dan kepedulian sosial.
Pada tanggal 1 April 2024 yang lalu, Organisasi Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) telah melaksanakan kegiatan berbagi takjil sebagaimana yang telah terencana dalam program kerja divisi hubungan dan pengabdian masyarakat. Seiring dengan semangat kebersamaan, teman-teman UPBA berkumpul pukul 15.00 WIB untuk memulai proses pembungkusan takjil yang akan dibagikan. Dalam suasana yang penuh keceriaan dan kebersamaan, mereka saling membantu dan bekerja sama untuk menyiapkan takjil tersebut. Setelah selesai proses pembungkusan, takjil siap dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di depan UIN Sunan Ampel Surabaya. Melalui tindakan ini, UPBA tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar, tetapi juga menyebarkan semangat kebaikan dan kepedulian kepada sesama.
Setelah selesai membagikan takjil, teman-teman UPBA tidak lupa untuk menyiapkan nasi sebagai persiapan untuk agenda selanjutnya, yaitu buka bersama. Acara buka bersama menjadi momen yang dinanti-nantikan, di mana teman-teman UPBA dapat saling mengenal satu sama lain yang kemudian berakhir dengan saling tukar akun Instagram. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terlihat betapa pentingnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam memperkuat hubungan antar anggota organisasi serta menjalin koneksi yang lebih erat dengan masyarakat sekitar.
(foto bersama anggota UPBA dalam agenda UPBA Berbagi)
Ketika adzan maghrib berkumandang, teman-teman UPBA pun membatalkan puasanya. Mereka dengan penuh rasa syukur akan nikmat yang diberikan Allah SWT, segera mengambil posisi untuk memulai proses berbuka. Setelah berbuka, suasana pun tak langsung berakhir. Perkumpulan masih berlanjut dengan suasana yang penuh kebersamaan. Ada yang sibuk membersihkan sisa-sisa makanan dan ada pula yang masih terjebak dalam percakapan hangat. Setelah selesai, perkumpulan ditutup dengan do’a kafarotul majlis yang kemudian teman-teman UPBA melanjutkan agenda mereka lainnya.
Selasa, 02 April 2024
BERPUASA BUKANLAH ALASAN UNTUK MENJADI TIDAK PRODUKTIF: FORUM MUSYAWARAH KERJA UPBA 2024 DILAKSANAKAN SECARA DARING
(Dokumentasi pengurus UPBA pada musyawarah kerja 2024)
SURABAYA, U-NEWS — Unit Pengembangannya Bahasa Asing (UPBA) telah menyelenggarakan musyawarah kerja (Musker) pada hari Minggu, 31 Maret 2024 dan dilaksanakan secara daring. Acara penting ini dihadiri oleh para demisinioner serta perwakilan dari DEMA, SEMA, HMP, UKM Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, tak lupa juga dihadiri oleh anggota aktif organisasi UPBA dari berbagai angkatan. Kehadiran mereka dalam acara ini menunjukkan komitmen dan antusiasme untuk memajukan organisasi ke arah yang lebih baik. Musyawarah kerja tahun ini dengan tema “Continuous Improvement: Driving Excellence in Every Aspect” dengan tujuan agar periode ini dapat mengalami perkembangan dan keunggulan dalam setiap bidangnya.
Prosesi pembukaan musyawarah kerja dimulai dengan sambutan hangat dari ketua umum UPBA, Chalimatus Syuroyyah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua pelaksana musyawarah kerja, Syaharani Zahro.
Sebelum memasuki agenda inti, seluruh peserta musker diingatkan untuk mematuhi kontrak forum yang dibacakan. Kontrak forum ini berisi aturan dan etika yang harus dipatuhi selama berlangsungnya musker agar terciptanya suasana yang kondusif dan produktif.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sidang ratatib yang fokus membahas rancangan tata tertib organisasi. Dalam sidang ini, seluruh peserta sidang berkesempatan untuk memberikan masukan dan saran perbaikan terkait tata tertib agar lebih relevan dengan kondisi terkini.
Agenda berikutnya adalah sidang AD/ART yang menjadi momen krusial karena membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi. Dengan berlandaskan evaluasi, setiap poin dalam AD/ART dikaji ulang untuk disesuaikan dengan perkembangan dan dinamika organisasi ke depan. Proses ini membutuhkan kehati-hatian dan kecermatan dari semua pihak.
Setelah melalui dua sidang sebelumnya, agenda berlanjut dengan sidang komisi. Dalam sidang ini, setiap komisi atau divisi memaparkan rancangan program kerja yang akan dilaksanakan di periode mendatang. UPBA sendiri memiliki 6 komisi, yaitu Komisi A/Badan Pengurus Harian, Komisi B/Pengembangan Bahasa Asing, Komisi C/Pengembangan dan Kaderisasi, Komisi D/Hubungan dan Pengabdian Masyarakat, Komisi E/Publikasi dan Aktualisasi, serta Komisi F/Pengembangan Minat dan Bakat. Setiap komisi menyajikan ide-ide inovatif, tujuan program, serta strategi pelaksanaan yang matang. Seluruh peserta musyawarah kerja terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan memberikan masukan serta kritik yang membangun untuk menyempurnakan setiap program kerja, yang akhirnya semua program kerja dapat disepakati dan siap untuk diimplementasikan.
Setelahnya, dilanjutkan dengan sidang paripurna, di mana dari ratatib hingga komisi yang telah direvisi dibacakan. Meskipun sidang ini berlangsung cukup lama, namun beruntungnya tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan dalam rundown.
Musyawarah kerja kemudian ditutup dengan sambutan dari Ketua Umum dan Ketua Pelaksana. "Alhamdulillah, musyawarah kerja berjalan lancar. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para demisioner UPBA, ketua DEMA FTK, SEMA FTK, UKM FTK, HMP se-FTK serta semua peserta musyawarah kerja yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam zoom meeting hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus UPBA yang telah berkontribusi dalam acara ini sehingga berjalan dengan sukses," ujar Ketua Pelaksana, Syaharani Zahro. Acara kemudian ditutup dengan doa sekaligus dokumentasi pengurus musyawarah kerja tahun 2024.
Senin, 16 Oktober 2023
TIPS AND TRIK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MEMBACA DARI NEGARA AMERIKA
TIPS AND TRIK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MEMBACA DARI NEGARA AMERIKA
Hallo
fellas! Sudah sekian lama U-News tidak menyapa nih. Kali ini kita hadir dengan
topik bahasan yaitu tips dan trik memantik semangat dalam membaca khususnya dari
negara amerika serikat.
Sebelum
kita jauh mengulas fakta yang ada di negara Amerika, mimin ingin memberikan sejumlah
fakta yang berada di indonesia. Fakta pertama, UNESCO menyebutkan Indonesia
urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah.
Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan,
hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin
membaca!
Riset
berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh
Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan
menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di
bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian
infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas
negara-negara Eropa.
Fakta
kedua, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia
terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer
memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih
dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara
dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India,
dan Amerika.
Ironisnya,
meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap
orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Tidak
heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke
5 dunia. Juara deh. Jakarta lah kota paling cerewet di dunia maya karena
sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di ibu
kota Indonesia ini paling padat melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini
berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris.
Itulah beberapa fakta yang ada di indonesia, tentunya sedikit banyak mengejutkan kita sebagai pemuda yang tidak luput dan melekat di genggaman tangan kita yaitu handphone,sksksksk.
Sedangkan
bila kita melihat dari negara amerika, sebagaimana dikutip dalam tulisan
medium. Com Mereka yang berkunjung ke
toko buku ini pun tidak harus membeli buku. Mereka sering kali hanya membaca
buku saja. Di toko ini pun mereka bebas memilih buku yang ingin mereka baca dan
membacanya di lantai yang se empuk kasur tersebut. Dan jika ada yang ingin
menyalin isi dalam buku yang telah di minati mereka, toko buku ini
membebaskannya untuk menyalinkannya kembali ke notebook mereka, tanpa harus
membelinya. Bila beberapa pramusaji lewat dan melihatnya pun, pengunjung ini
tidak di tegur. Karena hal ini illegal dilakukan.Buku-buku di sini yang dijual
pun bersifat terbuka atau tidak di bungkus oleh plastic sedikit pun. Karena
pengunjung bisa bebas membacanya.
Di
amerika, toko buku tidak hanya tempat untuk menjual buku. Mereka menyediakan
seperti kafe kecil semacam starbuck. Agar supaya mereka bisa membaca buku
sambil minum kopi atau memakan kue. Harganya pun sangat murah. Mirip seperti
warung kopi di Indonesia.
Yang
paling membuat terkesan adalah cara toko buku melayani pengunjungnya. Merea
sangat ramah. Mereka berbicara dengan sopan dan senyuman. Ketika kita ingin
menanyakan buku yang kita cari, mereka berusaha untuk memberikan informasi yang
pengunjung butuhkan secara lengap dan praktis.
Tentu
tips dan trik yang bisa kita adopsi sebagai berikut :
- Sejak kecil anak sudah di perkenalkan dengan buku
- Layanan toko buku yang sangat nyaman bagi pengunjung dan ramah sehingga membuat pengunjung merasa senang membaca buku
- Pengunjung toko tidak harus membeli buku (hal yang legal bila pengunjung hanya sekedar membaca dan menyalinnya
- Harga buku relative murah dan terjangkau bagi warga amerika
- Perpustakaanya mudah di akses dan nada disetiap kota
Banyak
penelitian membuktikan bahwa efektifitas dalam kegiatan seperti ini dapat
meningkatkan kemampuan bahasa anak yang mengarah kepada kemampuan manusia
membaca dan menulis mereka.
Senin, 17 Juli 2023
Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era
UPBA UINSA secara eksklusif mengundang tiga orang hebat sebagai pembicara dalam Seminar Internasional ini. Ketiga orang tersebut adalah Dr. Ario Bimo Utomo, S.I.P., MIR, Director, Surabaya Language Festival; Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENDIKBUDRISTEK; Puguh Budi Susitiyo, Cultural Affairs Asisstant at the U.S Consulate General Surabaya, serta dengan moderator Alda Dea Delfina, MORA Scholarship Awardee at Monash University, Australia.
Saat acara berlangsung, masing-masing pembicara menyampaikan materi yang berbeda. Ario Bimo yang menjelaskan tentang pentingnya menguasai berbagai bahasa di era transformasi digital ini. Ario Bimo mengatakan, “Indonesia adalah negara dengan keragaman bahasa terbesar kedua di dunia. Sekitar 700 bahasa yang digunakan oleh bangsa kepulauan ini. Namun, tidak banyak yang terkenal”. Selain itu, Bapak Ario Bimo juga menambahkan bahwa bahasa adalah budaya yang perlu dirayakan. Merayakan keragaman dapat melalui bahasa.
Berbeda dengan Bapak Ario Bimo, Sri Gunani pada sesi kedua menyampaikan materi tentang Perkembangan Pendidikan Indonesia di Era Digital. Sri Gunani membicarakan tentang peran pemerintah dalam memajukan dan pemerataan pendidikan di Indonesia dalam transformasi digital, selain itu Sri Gunani juga menyinggung tentang tantangan implementasi pendidikan multibahasa dalam perkembangan transformasi digital, salah satunya yaitu kesenjangan dalam partisipasi pendidikan berkualitas yang berkontribusi terhadap rendahnya daya saing.
Selanjutnya, pada sesi terakhir, Puguh Budi mempresentasikan tentang peran pemuda dalam program pertukaran pelajar. Dalam Seminar Internasional, Puguh Budi mengungkapkan hal yang harus dilakukan untuk mengikuti program pertukaran pelajar, yaitu (1) Pencarian lebih mendalam tentang program pertukaran yang akan diikuti (2) Bacalah dengan seksama tentang apa yang harus disiapkan untuk mengikuti program tersebut (3) Daftarkan diri (4) Optimis dan jadilah diri sendiri (5) dan, bersabarlah karena keberhasilan adalah penghargaan dari kesabaran.
(Rusydina)
Jumat, 02 Juni 2023
Setetes Ketulusan Untuk Sebuah Harapan yang Mulia
Setetes Ketulusan Untuk Sebuah Harapan yang Mulia
Unit Pengembangan
Bahasa Asing (UPBA) gelar acara Donor Darah pada tanggal 26 Mei 2023 di Klinik
pratama (Kampus A. Yani UINSA). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian
acara Dies Natalis UPBA yang diselenggarakan setiap tahunnya. Donor Darah UPBA
pernah berhenti diselenggarakan karena adanya Covid-19. Namun setelah
berakhirnya pandemi, akhirnya UPBA dapat mengadakan kembali kegiatan Donor
Darah yang bekerja sama dengan PMI Surabaya. Selain kegiatan Donor Darah, pada
rangkaian Dies Natalis UPBA nantinya juga akan dilaksanakan TEST TOEFL AKBAR,
TEST TOAFL AKBAR, dan puncak acara ada pada Seminar Internasional, info
selengkapnya silahkan cek Instagram UPBA yakni @upba_uinsa.
Adapun kegiatan
Donor Darah kali ini mengusung tema A
Drop of Sincerity for a Noble Hope. Kegiatan donor darah ini merupakan
kegiatan kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada orang yg membutuhkan.
Melalui kegiatan ini setidaknya kita dapat berkontribusi untuk menambah supply kebutuhan darah nasional.
Ketua pelaksana,
Nabil Alaik Nashrullah mengatakan bahwa “Kegiatan donor darah ini sebagai wujud
pengabdian UPBA kepada Negeri, terimakasih kepada para peserta yang telah
antusias secara sukarela menyumbangkan darahnya, karena kehadiran para peserta
juga merupakan perwujudan kepedulian antar sesama. Oleh karena itu harapannya
kegiatan ini terus dijadikan sebagai kegiatan rutin UPBA, melihat manfaatnya
yang sangat besar”. (Jum'at, 26/05/2023)
Penyelenggara kegiatan menargetkan 50 kantong darah. Tercatat peserta yang mendaftarkan diri ada 110 orang. namun peserta yang lolos pemeriksaan kesehatan hanya 49 orang sehingga ada 49 kantong darah yang terkumpul dan selanjutnya akan didistribusikan oleh PMI. “Saat diambil darah, awalnya agak lemas, tapi setelah selangnya dicabut rasa nya sudah seperti biasa dan malah terasa lebih sehat lagi, apalagi dapat konsumsi, nikmatnya makin bertambah” ucap Anggun, salah satu peserta yang lolos pemeriksaaan kesehatan. Sebenarnya masih banyak yang ingin mendonorkan darahnya tetapi karena keterbatasan waktu sehingga kegiatan ini diakhiri pukul 12.40 WIB.
(Rusydina).
Senin, 29 Mei 2023
Pelonggaran Wisatawan LGBT dan Masa Depan Arab Saudi
Pelonggaran Wisatawan LGBT dan Masa Depan Arab Saudi
By : Galib A. Bahari
Foto: Perayaan Halloween dimulai di Riyadh, Arab Saudi. Acara ini berlangsung dua hari, 27-28 Oktober. (REUTERS/AHMED YOSRI)
Wisatawan
mancanegara dapat memberikan manfaat kepada suatu negara seperti meningkatkan
pendapatan devisa, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, merangsang pertumbuhan
industri, dan lain sebagainya. Dengan keuntungan tersebut, negara-negara
berupaya untuk menarik wisatawan mancanegara untuk berwisata di negaranya.
Berbagai upaya dilakukan oleh suatu negara seperti mengadakan event
internasional, melakukan pembangunan fasilitas wisata, hingga melegalkan aturan
yang harusnya dilarang di negara tersebut.
Negara
yang melakukan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dengan mengadakan event
internasional seperti yang dilakukan oleh Indonesia. Indonesia mengadakan event
internasional dengan mengadakan MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat jumlah wisatawan mancanegara meningkat sebanyak 1.286 wisatawan mancanegara pada
Maret 2022 (NTB Satu Data).
Namun
terdapat negara yang melegalkan aturan yang harusnya dilarang di negara
tersebut seperti Arab Saudi. Pada Mei 2023 di situs resmi pariwisata kerjaan
visitsaudi.com menjawab pertanyaan wisatawan apakah pengunjung LGBT
diperbolehkan berkunjung ke Arab Saudi. Situs tersebut menjawab bahwa setiap
orang diizinkan mengunjungi Arab Saudi dan para pendatang tidak akan ditanyakan
pertanyaan personal secara detail tapi, tolong hargai adat istiadat setempat
dan berperilaku sesuai saat berada ditempat umum (CNBC Indonesia, 2023).
Pernyataan
tersebut tentunya berbanding terbalik dengan budaya konservatif dan
interpretasi hukum syariah islam yang melarang homoseksualitas. Seperti yang
kita ketahui hubungan sesama jenis di negara Arab Saudi dapat dihukum cambuk
hingga di hukum mati. Selain itu, dengan adanya pernyataan tersebut membuktikan
bahwa kerajaan tidak konsisten dalam menerapkan hukum syariat islam terhadap
pelaku homoseksualitas.
Seperti
yang kita tahu bahwa akhir-akhir ini Arab Saudi melakukan perubahan-perubahan, seperti pada tahun 2021 pantai khusus Pure Beach di buka di Jeddah di Laut
Merah yang menjadi pantai pertama wanita bisa mengenakan bikini.
Kebijakan-kebijakan
tersebut dilakukan oleh Arab Saudi tidak lain adalah untuk menarik wisatawan
mancanegara karena saat ini Arab Saudi sedang berambisi memajukan sektor
pariwisata dengan membangun proyek-proyek megah dan futuristic untuk menarik
wisatawan asing dan wisatawan kelas menengah keatas. Disisi lain, dalam hal mengizinkan turis LGBT
berkunjung, Arab Saudi meniru negara tetangganya yakni Uni Emirat Arab dan Qatar
yang mengizinkan kaum LGBT untuk menggenjot pariwisata (CNN Indonesia, 2023).
Dalam
menggenjot pariwisata, Arab Saudi sebagai negara muslim dan menegakkan hukum
syariat islam tentunya harus menegakkan hukum syariat islam dengan konsisten.
Arab Saudi dapat membuka pariwisata dari berbagai kalangan. Disamping itu,
untuk meningkatkan jumlah wisatawan, Arab Saudi juga dapat mengadakan event internasional yang mendatangkan
banyak wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Arab Saudi hal
ini tentunya dapat menambah devisa negara dan meningkatkan perekonomian negara
yang tidak hanya didapat dari haji dan umroh.
Namun,
dilain sisi Arab Saudi harus menjadi negara yang terus menegakkan hukum syariat
islam. Dengan demikian, apabila terdapat wisatawan yang melakukan tindakan
homoseksual atau tindakan yang melanggar syariat islam harus dihukum sesuai
dengan syariat islam yang berlaku yakni di cambuk bahkan di hukum mati.
Hal tersebut dapat menjadi peringatan bagi wisatawan bahwa tidak boleh melakukan kegiatan yang bertentangan dengan budaya dan hukum syariat Islam yang berlaku di negara tersebut. Selain itu hal tersebut dapat memberi peringatan bahwa hukum syariat islam masih ditegakkan di Arab Saudi.


.png)




