Senin, 16 Oktober 2023

TIPS AND TRIK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MEMBACA DARI NEGARA AMERIKA

 

TIPS AND TRIK MEMBANGKITKAN SEMANGAT MEMBACA DARI NEGARA AMERIKA

by Nabiel Ba Ramadani 


Hallo fellas! Sudah sekian lama U-News tidak menyapa nih. Kali ini kita hadir dengan topik bahasan yaitu tips dan trik  memantik semangat dalam membaca khususnya dari negara amerika serikat.

Sebelum kita jauh mengulas fakta yang ada di negara Amerika, mimin ingin memberikan sejumlah fakta yang berada di indonesia. Fakta pertama, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!

Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Fakta kedua, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. Juara deh. Jakarta lah kota paling cerewet di dunia maya karena sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di ibu kota Indonesia ini paling padat melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris.

Itulah beberapa fakta yang ada di indonesia, tentunya sedikit banyak mengejutkan kita sebagai pemuda yang tidak luput dan melekat di genggaman tangan kita yaitu handphone,sksksksk.

Sedangkan bila kita melihat dari negara amerika, sebagaimana dikutip dalam tulisan medium. Com  Mereka yang berkunjung ke toko buku ini pun tidak harus membeli buku. Mereka sering kali hanya membaca buku saja. Di toko ini pun mereka bebas memilih buku yang ingin mereka baca dan membacanya di lantai yang se empuk kasur tersebut. Dan jika ada yang ingin menyalin isi dalam buku yang telah di minati mereka, toko buku ini membebaskannya untuk menyalinkannya kembali ke notebook mereka, tanpa harus membelinya. Bila beberapa pramusaji lewat dan melihatnya pun, pengunjung ini tidak di tegur. Karena hal ini illegal dilakukan.Buku-buku di sini yang dijual pun bersifat terbuka atau tidak di bungkus oleh plastic sedikit pun. Karena pengunjung bisa bebas membacanya.

Di amerika, toko buku tidak hanya tempat untuk menjual buku. Mereka menyediakan seperti kafe kecil semacam starbuck. Agar supaya mereka bisa membaca buku sambil minum kopi atau memakan kue. Harganya pun sangat murah. Mirip seperti warung kopi di Indonesia.

Yang paling membuat terkesan adalah cara toko buku melayani pengunjungnya. Merea sangat ramah. Mereka berbicara dengan sopan dan senyuman. Ketika kita ingin menanyakan buku yang kita cari, mereka berusaha untuk memberikan informasi yang pengunjung butuhkan secara lengap dan praktis.

Tentu tips dan trik yang bisa kita adopsi sebagai berikut :

  • Sejak kecil anak sudah di perkenalkan dengan buku
  • Layanan toko buku yang sangat nyaman bagi pengunjung dan ramah sehingga membuat pengunjung merasa senang membaca buku
  • Pengunjung toko tidak harus membeli buku (hal yang legal bila pengunjung hanya sekedar membaca dan menyalinnya
  • Harga buku relative murah dan terjangkau bagi warga amerika
  • Perpustakaanya mudah di akses dan nada disetiap kota

Banyak penelitian membuktikan bahwa efektifitas dalam kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak yang mengarah kepada kemampuan manusia membaca dan menulis mereka.


Senin, 17 Juli 2023

Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era


Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era



     UPBA UINSA telah menyelenggarakan Seminar Internasional sebagai puncak acara Dies Natalis UPBA ke-21. Seminar Internasional yang berlangsung pada Kamis (22/06/2022) di Auditorium UINSA Kampus Ahmad Yani mengusung tema "Developing Indonesian Education in The Digital Transformation Era”. Dalam acara ini peserta diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan digital untuk selalu bergerak ke arah yang positif demi membawa kemajuan dan pergerakan ke arah yang lebih baik melalui bahasa.

     UPBA UINSA secara eksklusif mengundang tiga orang hebat sebagai pembicara dalam Seminar Internasional ini. Ketiga orang tersebut adalah Dr. Ario Bimo Utomo, S.I.P., MIR, Director, Surabaya Language Festival; Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENDIKBUDRISTEK; Puguh Budi Susitiyo, Cultural Affairs Asisstant at the U.S Consulate General Surabaya, serta dengan moderator Alda Dea Delfina, MORA Scholarship Awardee at Monash University, Australia.

Saat acara berlangsung, masing-masing pembicara menyampaikan materi yang berbeda. Ario Bimo yang menjelaskan tentang pentingnya menguasai berbagai bahasa di era transformasi digital ini. Ario Bimo mengatakan, “Indonesia adalah negara dengan keragaman bahasa terbesar kedua di dunia. Sekitar 700 bahasa yang digunakan oleh bangsa kepulauan ini. Namun, tidak banyak yang terkenal”. Selain itu, Bapak Ario Bimo juga menambahkan bahwa bahasa adalah budaya yang perlu dirayakan. Merayakan keragaman dapat melalui bahasa.

Berbeda dengan Bapak Ario Bimo, Sri Gunani pada sesi kedua menyampaikan materi tentang Perkembangan Pendidikan Indonesia di Era Digital. Sri Gunani membicarakan tentang peran pemerintah dalam memajukan dan pemerataan pendidikan di Indonesia dalam transformasi digital, selain itu Sri Gunani juga menyinggung tentang tantangan implementasi pendidikan multibahasa dalam perkembangan transformasi digital, salah satunya yaitu kesenjangan dalam partisipasi pendidikan berkualitas yang berkontribusi terhadap rendahnya daya saing.

     Selanjutnya, pada sesi terakhir, Puguh Budi mempresentasikan tentang peran pemuda dalam program pertukaran pelajar. Dalam Seminar Internasional, Puguh Budi mengungkapkan hal yang harus dilakukan untuk mengikuti program pertukaran pelajar, yaitu (1) Pencarian lebih mendalam tentang program pertukaran yang akan diikuti (2) Bacalah dengan seksama tentang apa yang harus disiapkan untuk mengikuti program tersebut (3) Daftarkan diri (4) Optimis dan jadilah diri sendiri (5) dan, bersabarlah karena keberhasilan adalah penghargaan dari kesabaran.

(Rusydina)


Jumat, 02 Juni 2023

Setetes Ketulusan Untuk Sebuah Harapan yang Mulia

Setetes Ketulusan Untuk Sebuah Harapan yang Mulia


    Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) gelar acara Donor Darah pada tanggal 26 Mei 2023 di Klinik pratama (Kampus A. Yani UINSA). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Dies Natalis UPBA yang diselenggarakan setiap tahunnya. Donor Darah UPBA pernah berhenti diselenggarakan karena adanya Covid-19. Namun setelah berakhirnya pandemi, akhirnya UPBA dapat mengadakan kembali kegiatan Donor Darah yang bekerja sama dengan PMI Surabaya. Selain kegiatan Donor Darah, pada rangkaian Dies Natalis UPBA nantinya juga akan dilaksanakan TEST TOEFL AKBAR, TEST TOAFL AKBAR, dan puncak acara ada pada Seminar Internasional, info selengkapnya silahkan cek Instagram UPBA yakni @upba_uinsa.

    Adapun kegiatan Donor Darah kali ini mengusung tema A Drop of Sincerity for a Noble Hope. Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada orang yg membutuhkan. Melalui kegiatan ini setidaknya kita dapat berkontribusi untuk menambah supply kebutuhan darah nasional.

    Ketua pelaksana, Nabil Alaik Nashrullah mengatakan bahwa “Kegiatan donor darah ini sebagai wujud pengabdian UPBA kepada Negeri, terimakasih kepada para peserta yang telah antusias secara sukarela menyumbangkan darahnya, karena kehadiran para peserta juga merupakan perwujudan kepedulian antar sesama. Oleh karena itu harapannya kegiatan ini terus dijadikan sebagai kegiatan rutin UPBA, melihat manfaatnya yang sangat besar”. (Jum'at, 26/05/2023)

    Penyelenggara kegiatan menargetkan 50 kantong darah. Tercatat peserta yang mendaftarkan diri ada 110 orang. namun peserta yang lolos pemeriksaan kesehatan hanya 49 orang sehingga ada 49 kantong darah yang terkumpul dan selanjutnya akan didistribusikan oleh PMI. “Saat diambil darah, awalnya agak lemas, tapi setelah selangnya dicabut rasa nya sudah seperti biasa dan malah terasa lebih sehat lagi, apalagi dapat konsumsi, nikmatnya makin bertambah” ucap Anggun, salah satu peserta yang lolos pemeriksaaan kesehatan. Sebenarnya masih banyak yang ingin mendonorkan darahnya tetapi karena keterbatasan waktu sehingga kegiatan ini diakhiri pukul 12.40 WIB.

(Rusydina).


Senin, 29 Mei 2023

Pelonggaran Wisatawan LGBT dan Masa Depan Arab Saudi

Pelonggaran Wisatawan LGBT dan Masa Depan Arab Saudi

By : Galib A. Bahari

Foto: Perayaan Halloween dimulai di Riyadh, Arab Saudi. Acara ini berlangsung dua hari, 27-28 Oktober. (REUTERS/AHMED YOSRI)

    Wisatawan mancanegara dapat memberikan manfaat kepada suatu negara seperti meningkatkan pendapatan devisa, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, merangsang pertumbuhan industri, dan lain sebagainya. Dengan keuntungan tersebut, negara-negara berupaya untuk menarik wisatawan mancanegara untuk berwisata di negaranya. Berbagai upaya dilakukan oleh suatu negara seperti mengadakan event internasional, melakukan pembangunan fasilitas wisata, hingga melegalkan aturan yang harusnya dilarang di negara tersebut.

    Negara yang melakukan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dengan mengadakan event internasional seperti yang dilakukan oleh Indonesia. Indonesia mengadakan event internasional dengan mengadakan MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat jumlah wisatawan mancanegara meningkat sebanyak 1.286 wisatawan mancanegara pada Maret 2022 (NTB Satu Data).

    Namun terdapat negara yang melegalkan aturan yang harusnya dilarang di negara tersebut seperti Arab Saudi. Pada Mei 2023 di situs resmi pariwisata kerjaan visitsaudi.com menjawab pertanyaan wisatawan apakah pengunjung LGBT diperbolehkan berkunjung ke Arab Saudi. Situs tersebut menjawab bahwa setiap orang diizinkan mengunjungi Arab Saudi dan para pendatang tidak akan ditanyakan pertanyaan personal secara detail tapi, tolong hargai adat istiadat setempat dan berperilaku sesuai saat berada ditempat umum (CNBC Indonesia, 2023).

    Pernyataan tersebut tentunya berbanding terbalik dengan budaya konservatif dan interpretasi hukum syariah islam yang melarang homoseksualitas. Seperti yang kita ketahui hubungan sesama jenis di negara Arab Saudi dapat dihukum cambuk hingga di hukum mati. Selain itu, dengan adanya pernyataan tersebut membuktikan bahwa kerajaan tidak konsisten dalam menerapkan hukum syariat islam terhadap pelaku homoseksualitas.

    Seperti yang kita tahu bahwa akhir-akhir ini Arab Saudi melakukan perubahan-perubahan, seperti pada tahun 2021 pantai khusus Pure Beach di buka di Jeddah di Laut Merah yang menjadi pantai pertama wanita bisa mengenakan bikini.

    Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan oleh Arab Saudi tidak lain adalah untuk menarik wisatawan mancanegara karena saat ini Arab Saudi sedang berambisi memajukan sektor pariwisata dengan membangun proyek-proyek megah dan futuristic untuk menarik wisatawan asing dan wisatawan kelas menengah keatas.  Disisi lain, dalam hal mengizinkan turis LGBT berkunjung, Arab Saudi meniru negara tetangganya yakni Uni Emirat Arab dan Qatar yang mengizinkan kaum LGBT untuk menggenjot pariwisata (CNN Indonesia, 2023).

    Dalam menggenjot pariwisata, Arab Saudi sebagai negara muslim dan menegakkan hukum syariat islam tentunya harus menegakkan hukum syariat islam dengan konsisten. Arab Saudi dapat membuka pariwisata dari berbagai kalangan. Disamping itu, untuk meningkatkan jumlah wisatawan, Arab Saudi juga dapat mengadakan event internasional yang mendatangkan banyak wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Arab Saudi hal ini tentunya dapat menambah devisa negara dan meningkatkan perekonomian negara yang tidak hanya didapat dari haji dan umroh.

    Namun, dilain sisi Arab Saudi harus menjadi negara yang terus menegakkan hukum syariat islam. Dengan demikian, apabila terdapat wisatawan yang melakukan tindakan homoseksual atau tindakan yang melanggar syariat islam harus dihukum sesuai dengan syariat islam yang berlaku yakni di cambuk bahkan di hukum mati.

    Hal tersebut dapat menjadi peringatan bagi wisatawan bahwa tidak boleh melakukan kegiatan yang bertentangan dengan budaya dan hukum syariat Islam yang berlaku di negara tersebut. Selain itu hal tersebut dapat memberi peringatan bahwa hukum syariat islam masih ditegakkan di Arab Saudi. 

Sabtu, 29 April 2023

Kaizen: Mengatasi Malas ala Jepang

Kaizen: Mengatasi Malas ala Jepang

By : Konita Hayyun Amalia


Masyarakat Jepang terkenal akan profesionalitas mereka, hal ini tentu tidak luput dari filosofi yang mereka percayai serta kemampuan untuk mengaplikasikannya. Salah satu filosofi tersebut adalah Kaizen. Kata kaizen berasal dari kata ‘kai’ (berubah) dan ‘zen’ (kebijaksanaan) atau dapat disimpulkan: Perubahan dalam hidup bisa dicapai secara perlahan dengan penuh kebijaksanaan. Prinsip kaizen ini juga disebut sebagai prinsip Satu Menit, yaitu: Melatih seseorang melakukan sesuatu dalam satu menit setiap hari dan di waktu yang sama. Digunakan sebagai sarana untuk melakukan perbaikan-perbaikan kecil secara konsisten sehingga menjadi kebiasaan dan membawa dampak pada kesuksesan. Kaizen sangat menjunjung value, yang mana kita perlu menyeimbangkan quality, service, cost, dan time. Apabila terdapat aspek yang lebih rendah dari yang lain, maka hal tersebut menandakan bahwa kita tidak memiliki value.

 

Prinsip Kaizen ini dapat diterapkan dalam keseharian kita, karena mampu memberi dampak pada personal growth dan sekitar kita. Hal ini dapat diterapkan dalam bentuk 5R, di antaranya: Pertama, Ringkas (memilah barang yang kita butuhkan, selebihnya bisa disingkirkan atau hancurkan); Kedua, Rapi (menyusun barang-barang sesuai tempatnya); Ketiga, Resik (menjaga kebersihan lingkungan); Keempat, Rawat (dalam hal ini kita semestinya memaintain tiga prinsip sebelumya: Ringkas, Rapi, Resik); Kelima, Rajin (membudayakan prinsip 5R setiap waktu setiap saat). Hal penting lainnya yang diperlukan agar mampu memiliki value dan menjadi produktif adalah kecepatan belajar dan ketepatan. Dengan mempertahankan praktik 5R ini, tentu akan menghemat waktu dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

 

Selain prinsip 5R, Kaizen juga dapat digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan atau goals kita. Dewasa ini banyak dari kita merasa malas dalam melakukan hal-hal yang dirasa cukup penting. Seringkali kita berprokrastinasi, sehingga hal tersebut menghambat kita dalam mencapai tujuan. Seperti menunda mengerjakan tugas harian, tugas kuliah dan sebagainya. Dalam mengatasinya, di sini prinsip satu menit dapat digunakan. Sebagai contoh, tujuan kita adalah memiliki hafalan ‘kanji’ (aksara Jepang’) maka dalam upaya mencapai tujuan tersebut kita meluangkan waktu satu menit pada jam tujuh malam untuk menghafal kanji. Memang dirasa kanji yang kita hafal tidak seberapa banyak namun melakukan hal ini setiap hari dapat melatih tanggung jawab dan kebiasaan kita. Setelah menyelesaikan kewajiban satu menit ini, kita dapat merasakan proses kecil dalam memenuhi tugas kita, sehingga pada saat-saat selanjutnya akan membuat kita ketagihan dan memperpanjang durasi belajar kita. Proses satu menit ini dapat membuat kita melawan rasa malas dan menunda pekerjaan. Sedikit tapi rutin mampu membuat kita lebih mudah memahami sesuatu serta membangun habits, daripada banyak namun tidak rutin tentu akan membuat kita mudah lupa dan terasa lelah. Jadi kapan kamu mau meluangkan waktu satu menit setiap harinya yang memungkinkan hal tersebut akan mengubah hidupmu?

 

Referensi:

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13636/Mengenal-Kaizen-dan-Bagaimana-Penerapannya-dalam-Kehidupan.html

https://www.tsm.ac.id/menjadi-lebih-produktif-dengan-menggunakan-kaizen/

https://www.youtube.com/watch?v=vVqRPy2jrmY



Minggu, 16 April 2023

Menyatukan Hati serta Kebahagiaan dalam Indahnya Berbagi Kebaikan


Surabaya, Pada tanggal 7 April 2023, Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) telah melaksanakan Charity yakni kegiatan yang terdiri dari bagi-bagi takjil, ngabuburit (Fun games), dan buka bersama. Charity dilaksanakan di depan Kampus 1 UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kegiatan ini dimulai dengan menyiapkan takjil yang akan dibagikan, kemudian pada pukul 16.30 takjil siap di bagikan. Seluruh peserta stand by di depan kampus 1 UIN Sunan Ampel Surabaya sebelah utara dan mulai membagikan takjil kepada orang-orang yang melewati sekitar area tersebut.

Setelah selesai bagi-bagi takjil, memasuki acara yang kedua yakni Fun Games. Sebelumnya para peserta sudah dianjurkan untuk membawa makanan atau minuman yang tidak ditentukan jumlah yang harus dibawa dan besaran harganya kemudian panitia sudah menyiapkan kardus yang didalamnya berisi nama para peserta, selanjutnya panitia mengambil 2 nama acak lalu 2 nama yang disebutkan berkewajiban untuk saling bertukar makanan/minuman yang telah dibawa. “Fun Games ini bertujuan untuk menimbulkan chemistry antar anggota upba dalam konteks indahnya berbagi dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota” Sahut Ketua Pelaksana Charity 2023.

Tak lama kemudian, terdengar suara adzan berkumandang, para peserta dan panitia segera membatalkan puasa dengan makan dan minum. Setelah selesai, sholat maghrib dilaksanakan di Masjid Raya Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya. Sebelum acara ditutup Ketua Pelaksana Charity 2023, Andriawan Bayu Laksamana, mengucapkan “Terima kasih kepada para peserta karna sudah menyempatkan waktunya untuk hadir, harapan dari kegiatan kali ini adalah tumbuhnya kesadaran kita untuk saling membantu dan saling menguntungkan dari satu aspek ke aspek yang lain”. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

( Rusydina )




Minggu, 09 April 2023

Di Jepang Angka 4 Angka Keramat?

 Di Jepang Angka 4 Angka Keramat?

By : Rusydina Sabilas Salamah



Haloo Guys! Sebelumnya mimin mau nanya nih. Disini ada yang lahir tanggal 4? Atau bulan 4? Atau mungkin ada mahasiswa semester 4? Pokoknya yang berhubungan sama angka 4 deh. Kalo nggak ada sih kalian aman ya, Tapi kalo iya, waduh! Untung aja kalian tinggal di indonesia, kalo tinggal di jepang, hidup kalian sedang tidak baik-baik saja guys! Kenapa Begitu?? yuk simak berita berikut!

Jadi, di kalangan masyarakat biasanya banyak mitos yang beredar, hingga beberapa mitos dipercayai dan dianggap sebagai sebuah peraturan yang harus dituruti. Nah, Salah satunya mitos angka 4 di jepang guys, udah pada tahu belum tentang mitos aneh ini? Di sana dipercaya sebagai angka keramat yang membawa petaka lhoo.. masyarakat luasnya yakin bahwa apa saja yang berhubungan dengan angka 4 akan membawa hal yang tidak baik. Hal tersebut berasal dari cara baca nya, Angka 4 dibaca Shi (), mereka beranggapan itu berarti Shinu (死ぬ) atau Mati.

Sebagian orang Jepang percaya dengan mitos angka ini. Jika dilanggar, maka orang dahulu mengatakan akan terjadi sesuatu yang tidak baik. Maka dari itu mereka tidak menggunakan angka 4 dimanapun, misalnya di lift, kamar hotel/ penginapan, kompleks perumahan, dsb. Hal itu dilakukan untuk menghindari bencana yang dipercayai datang dari nomor tersebut. Anehnya hal ini tidak terjadi pada angka satuannya saja, tetapi juga semua bilangan yang terdapat angka 4, seperti 14, 24, 34, dan seterusnya. Oleh karena itu, di Jepang tidak akan menemukan angka 4. Biasanya mereka menggunakan angka 3A sebagai pengganti nomor 4.

Eittss ga hanya itu, usia juga hal yang ditakuti masyarakat Jepang guys. karena misal pada usia yang ke-42 dan 49, dst. mereka beranggapan pada usia tersebut rawan penyakit dan kesialan yang bisa berujung pada kematian. Sehingga banyak yang melakukan ibadah ekstra menjelang usia tersebut. Berarti diluar itu ibadah nya nggak ekstra nih? Hehehehe we never know

Banyak juga tanggapan dunia terutama dari luar Jepang mengenai hal ini lhoo, mereka menyebut hal unik ini dengan istilah Tetraphobia, yakni sekumpulan orang yang sangat membenci atau takut terhadap angka 4. Para psikolog juga mengungkap bahwa phobia tersebut berasal dari pola pikir yang terbentuk atas pemikiran orang-orang di sekitarnya, bahkan peristiwa buruk yang pernah menimpanya. Oleh sebab itu, mereka phobia dengan angka 4.

Gimana guys?? unik bukan mitos yang satu ini?

Next kalian mau mimin bahas apalagi nih? Bahas mitos unik di negara jepang lagi? Atau kita pindah ke negara lain? Komen dibawahh yaa!

Referensi:

One. (2021, January 17). Cuitan MI. Retrieved from Minews.id: https://www.minews.id/cuitan-mi/mitos-angka-4-di-jepang-jika-dilanggar-akan-bernasib-buruk

 

Selasa, 14 Maret 2023

Membangun Sinergitas Kepemimpinan dan Integritas untuk Manifestasi Regenerasi Organisasi yang Unggul

 

Surabaya, Pada tanggal 11 Maret 2023, Unit Pengembangan Bahasa Asing (UPBA) telah melaksanakan Musyawarah Kerja (MUSKER) yang merupakan suatu kegiatan untuk membahas peraturan yang ditetapkan dan program kerja yang akan dilakukan disetiap Divisi dalam satu periode. Musyawarah Kerja (MUSKER) UPBA 2023 dilaksanakan di Gedung MWCNU Wonokromo, JL. Kintamani no. 12b, Wonokromo, Surabaya, pada Sabtu (11/3/23). Pada MUSKER kali ini mengangkat tema "Synergy of Leadership and Integrity: Manifesting a Superioir Organizational Regeneration” yang diharapkan mampu mengombinasikan jiwa kepemimpinan dengan kompetensi serta integritas yang baik sehingga menghasilkan kinerja kepemimpinan yang bermoral dan berkualitas untuk membawa UPBA pada kesuksesan.

Acara MUSKER UPBA 2023 dibuka langsung oleh Ketua Umum UPBA 2023-2024, Khana Nur Aqil Hardiono. Dalam sambutannya, ketum menyampaikan bahwa Musyawarah Kerja merupakan salah satu proker yang membahas tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga UPBA. Selain itu, di Musker ini juga membahas tentang program kerja yang akan dilakukan di tiap divisi dalam satu periode. Diharapkan dari musyawarah kerja ini, proker yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Disamping itu, Ketua Pelaksana MUSKER UPBA 2023, Chalima Syuroyyah, juga menyampaikan selamat datang kepada para peserta, panitia, sekaligus tamu undangan yang telah hadir dalam acara MUSKER UPBA 2023.

Acara dilanjutkan dengan sidang pleno I, yang membahas Ratatib MUSKER 2023. Lalu Sidang Pleno II, melaporkan AD/ART yang telah disepakati pada MUSTANG 2022. Setelah Sidang Pleno II, dilanjutkan dengan sidang komisi yang dibagi menjadi:

a.         Komisi A membahas program kerja Badan Pengurus Harian

b.        Komisi B membahas program kerja Divisi Pengembangan Bahasa

c.         Komisi C membahas program kerja Divisi Pengembangan dan Kaderisasi

d.        Komisi D membahas program kerja Divisi Hubungan dan Pengabdian Masyarakat

e.         Komisi E membahas program kerja Divisi Publikasi dan Aktualisasi

f.         Komisi F membahas program kerja Divisi Pengembangan Minat dan Bakat


Pemaparan Program kerja oleh Komisi B

Setelah memaparkan program kerja dari setiap divisi, persidangan ditutup dengan Sidang Paripurna.

Sebelum berakhirnya acara, Ketua Umum UPBA 2023-2024, Khana menyampaikan bahwa terdapat perbedaan pelaksanaan MUSKER tahun ini dengan tahun sebelumnya dan Ketua Umum juga menyampaikan terima kasih atas antusias teman-teman panitia dalam menyukseskan MUSKER tahun ini.

“Musker merupakan proker pertama di periode saya. Pada MUSKER kali ini terdapat perbedaan baik dari segi tempat dan pelaksanaan. Tahun kemarin, musker dilaksanakan selama dua hari karena terdapat pelantikan di hari pertama sehingga panitia dianjurkan menginap. Namun di tahun ini, musker dilakukan tanpa pelantikan dan dilaksanakan di tempat yang berbeda. Overall, dengan persiapan kurang lebih satu bulan, Musker UPBA 2023 dapat saya katakan berjalan dengan lancar berkat keantusiasan teman teman panitia yang telah bekerja keras dalam kesuksesan acara ini.”

(Rusydina)