Merenggut Bayang Dalam Benak
Ribuan detik telah menghinaku
Aku tak bisa lelap dalam malam abu-abu
Mengingat hari di mana kau menangis
tergugu
Berharap naungan
kabut melebur kelabu
Sejak aku memilih untuk bersamamu
Kukira semuanya telah berubah
Kukira kabut itu telah meninggalkanmu
Tetapi aku tak
tahu bahwa kau sudah lelah
Kau tertawa, tetapi matamu tidak
Seolah ada lubang besar menganga di sana
Kabut itu masih meninggalkan jejak
Hingga kau
memutuskan untuk mengakhirinya
Sungguh, kau hanya memikirkan diri sendiri
Aku tak dapat lagi menggenggam tanganmu
Jiwamu, ah, ternyata tak pernah bisa
kugapai
Aku selalu
sendirian sejak hari itu
Rasanya ingin sekali aku bisa merelakanmu
Balutan kekosongan ini melingkupi jiwaku
Andaikan saja kau bisa renggut semua
kesepianmu
Kau
pasti ada di sini, hidup, hingga kabut berlalu
Mutiarizki Hapsari
0 komentar:
Posting Komentar