Selasa, 29 Juni 2021

Merenggut Bayang Dalam Benak

 

Merenggut Bayang Dalam Benak


Ribuan detik telah menghinaku

Aku tak bisa lelap dalam malam abu-abu

Mengingat hari di mana kau menangis tergugu

Berharap naungan kabut melebur kelabu

Sejak aku memilih untuk bersamamu

Kukira semuanya telah berubah

Kukira kabut itu telah meninggalkanmu

Tetapi aku tak tahu bahwa kau sudah lelah

Kau tertawa, tetapi matamu tidak

Seolah ada lubang besar menganga di sana

Kabut itu masih meninggalkan jejak

Hingga kau memutuskan untuk mengakhirinya

Sungguh, kau hanya memikirkan diri sendiri

Aku tak dapat lagi menggenggam tanganmu

Jiwamu, ah, ternyata tak pernah bisa kugapai

Aku selalu sendirian sejak hari itu

Rasanya ingin sekali aku bisa merelakanmu

Balutan kekosongan ini melingkupi jiwaku

Andaikan saja kau bisa renggut semua kesepianmu

Kau pasti ada di sini, hidup, hingga kabut berlalu

Mutiarizki Hapsari

0 komentar:

Posting Komentar